Strive to Global Champion

Analisis Kinerja dan Model Pendanaan Bandara Udara

Analisis

by redaksi

Analisis Kinerja dan Model Pendanaan Bandara Udara

Terdapat beberapa alternatif sumber pendanaan yang dapat digunakan untuk belanja modal. Diantaranya adalah saldo laba, obligasi, passenger facility charges (PFC), penyertaan modal pemerintah, dan bantuan tambahan modal dari pemerintah. Alternatif sumber pendanaan pengembangan infrastruktur bandar udara terangkum dalam gambar berikut:

Passenger facility charges (PFC) merupakan tambahan charges yang dibebankan kepada penumpang. Dalam menetapkan PFC, terdapat dua aspek yang perlu dipertimbangkan. Pertama, regulasi mengenai batas atas dan batas bawah dalam penetapan nominal PFC. Keberadaan regulasi tersebut akan memberikan batasan bagi bandar udara dalam menghimpun dana dari lalu lintas penumpang. Kedua, regulasi mengenai penggunaan dana yang terhimpun dari PFC. Di beberapa negara, PFC yang dihimpun dari sebuah bandar udara hanya dapat digunakan untuk belanja modal pada bandar udara tersebut, meskipun pihak pengelola bandar udara juga mengelola bandar udara lain. Selain itu, juga terdapat regulasi di beberapa negara yang membatasi jenis belanja modal yang dapat dilakukan menggunakan dana PFC, misalkan pembatasan penggunaan yang melarang belanja modal pada proyek yang menjadi sumber pendapatan bandar udara seperti area parkir dan fasilitas tenant.

Keberadaan PFC sebagai sumber dana yang substansial dapat tergerus jika memperhitungkan faktor inflasi. Hal ini akan terjadi jika tidak terdapat penyesuaian berkala terhadap regulasi yang mengatur batasan nilai nominal maksimal dari PFC. Pada kenyataannya memang nilai nominal PFC akan stabil, namun nilai riil akan semakin menurun akibat adanya inflasi, sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar berikut:

Sedangkan yang dimaksud dengan Airport Improvement Program (AIP) adalah bantuan atau hibah yang diberikan kepada pengelola bandara (umumnya publik) untuk pembiayaan dalam rangka perencanaan dan pembangunan bandara yang masuk ke dalam program pemerintah (National Plan of Integrated Airport Systems). Terdapat beberapa kriteria bandara dan proyek pembangunan yang dibiayai oleh pendanaan ini. Pendanaan dengan skema ini harus memperoleh persetujuan dari Federal Aviation Administration (FAA).

Dalam menerbitkan surat hutang dalam bentuk Obligasi atau MTN, pihak pengelola bandar udara perlu mempertimbangkan credit rating yang diterbitkan oleh lembaga rating eksternal (e.g. Moody’s, Fitch, S&P). Penilaian lembaga tersebut atas perusahaan atau bandar udara akan mempengaruhi tingkat suku bunga surat hutang yang ditawarkan kepada investor. Beberapa faktor yang mempengaruhi credit rating yang diterbitkan antara lain adalah:

  • Proyeksi pertumbuhan populasi dan ekonomi
  • Origin & Destination Traffic
  • Lokasi geografis, termasuk apakah bandar udara berperan sebagai hub
  • Kondisi Debt-to-Equity Ratio saat ini
  • Carrying Costs dari hutang yang ada saat ini

Terkait dengan kondisi keuangan yang dicerminkan beberapa rasio keuangan utama termasuk struktur pendanaan bandara O`Hare Chicago, Amerika Serikat dapat disampaikan sebagai berikut:

Sedangkan kinerja perusahaan yang dicerminkan beberapa rasio keuangan utama termasuk struktur pendanaan bandara Changi, Singapura dapat disampaikan sebagai berikut:

Adapun kinerja keuangan Malaysia Airport Group dapat disampaikan sebagai berikut:

Sedangkan kondisi keuangan Schipol Airport Group, Belanda dapat dicermati berdasarkan rasio keuangan sebagai berikut:

Beberapa gambar di atas menunjukkan hal sebagai berikut:

  • Bandara Changi menunjukkan kemampuan mencetak laba yang paling tinggi yaitu profit margin sekitar 40-an % dibandingkan dengan ketiga bandara lain yang berada di sekitar belasan sampai dua puluhan %
  • Tingkat aktivitas/asset turnover pun tertinggi ada di bandara Changi yaitu sekitar 30-an%, dibandingkan dengan Schipol yang hanya 20-an %. Untuk Malaysia, 2011-2013 sebenarnya juga 30-an %, namun di tahun 2014 terjun menjadi 15%. Sementara Ohare menduduki terendah tidak sampai 10%.
  • Struktur pendanaan didominasi oleh hutang terdapat di bandara Schipol dengan Debt Ratio 85%, lalu menyusul Malaysia 50-60-an %, Schipol 40-50-an % dan terendah komposisi hutang adalah Changi dengan Debt Ratio hanya 13-14%.

Pendanaan dengan mengeluarkan sekuritas antara lain adalah Median Term Note (MTN) dan Obligasi. Berikut disampaikan beberapa contoh MTN yang dikeluarkan oleh perusahaan lokal.

Sementara beberapa contoh dari perusahaan yang mengeluarkan obligasi dapat disampaikan sebagai berikut.

Analyst : Bayu Adi W