Strive to Global Champion

Pupuk Indonesia Holding Company Menyiapkan SDM Kelas Dunia

Business Network

by redaksi

Pupuk Indonesia Holding Company Menyiapkan SDM Kelas Dunia

Kompetisi dalam industri pupuk dunia semakin tajam. Laporan dari International Fertilizer Association (IFA) Conference 2015 di Istanbul menunjukkan terjadinya global oversupply dari komoditas pupuk. Negara produsen pupuk dari Eropa mulai melakukan kegiatan aliansi dengan mitra dagang terutama di Asia dan Afrika untuk membuka produksi di wilayah tujuan ekspor. Sementara China sebagai negara produsen pupuk utama dunia sekaligus konsumen terbesar di jagad ini telah melakukan akuisisi terhadap beberapa perusahaan terutama di Timur Tengah untuk mengamankan sumber pasokan bahan baku. Dinamika global ini tentu mempengaruhi daya saing perusahaan pupuk di Indonesia.

Sejak tahun 2012 telah dibentuk Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) sebagai pengganti dari PT PUSRI holdico. Di samping penanganan masalah pupuk bersubsidi untuk sektor pangan, PIHC juga mengelola produksi dan penjualan sektor kebun dan penjualan pupuk urea sektor industri. Nilai penjualan PIHC tahun 2015 mencapai sekitar 66 trilyun dengan laba mencapai sekitar Rp 3,6 trilyun. Nilai penjualan 2015 ini naik sekitar Rp 10 trilyun dari penjualan di 2012, meskipun pencapaian laba di 2015 relatif stagnan dibandingkan 2014. Hal ini disebabkan perubahan faktor eksternal seperti fluktuasi kurs rupiah dan kenaikan harga migas yang luar biasa.

Disamping itu keberadaan PIHC lebih diutamakan untuk menopang pembangunan sektor pertanian domestik, akibatnya permintaan dari manca negara seringkali dinomor-duakan. Walau begitu, PIHC berkeinginan untuk menjadi perusahaan pupuk berkelas dunia. Sebagai perusahaan pupuk terbesar di Asia Tenggara, PIHC mengambil berbagai inisiatif strategis sepanjang 2015 untuk memperkokoh fundamental bisnis dalam jangka panjang. Diantaranya adalah rencana pengembangan bisnis dan ekspansi antara lain dengan mengadakan Joint Venture dengan Pemilik Tambang Rock Phosphat di Jordania, rencana akuisisi pabrik amoniak PT Kaltim Pasifik Amoniak, dan pembentukan anak perusahaan baru antara lain di bidang industri kimia, logistik, energi, jasa pemeliharaan pabrik dan jasa pengelolaan aset, untuk memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Namun demikian PIHC masih dihadapkan pada kesulitan terkait dengan peningkatan harga bahan baku gas pada beberapa tahun terakhir. Hal ini sangat menekan struktur biaya perusahaan. Alternatifnya perusahaan harus mencari sumber alternative baru untuk kebutuhan energinya, misalnya dengan berpindah ke batubara. Atau dibutuhkan keberpihakan pemerintah untuk mengatur suplai kebutuhan bahan bakar gas yang dibutuhkan industri pupuk sehingga target ketahanan pangan bisa tercapai, Sumber masalah lainnya adalah rata-rata umur pabrik yang sudah tua sehingga tidak mampu beroperasi secara efisien. Langkah PIHC untuk mempercepat investasi pabrik baru sangat urgent dilakukan. Kabar menggembirakan bahwa pabrik baru PKT 5 telah resmi dioperasikan pada November 2015 dan akan disusul peresmian pabrik baru PUSRI 2 B. Diharapkan dengan peresmian pabrik baru ini maka kapasitas total PIHC dapat ditingkatkan menjadi 12 juta ton/tahun.

Pesaing regional dan global melihat pasar Indonesia sebagai peluang emas sehingga apabila tidak diantisipasi dengan strategi yang tepat bisa menurunkan daya saing PIHC. Karenanya Modernisasi fasilitas pabrik dan fasilitas pendukung lainnya harus di-support dengan ketersediaan SDM yang handal. Menyadari hal tersebut PIHC bekerjasama dengan Lembaga Management Universitas Indonesia telah melakukan pendidikan Executive Development Program di tahun 2015. Pendidikan ini dimaksudkan untuk memberikan updates tentang strategic contemporary management yang relevan dan patut dipahami eksekutif industri pupuk menghadapi dinamika global saat ini. Pengayaan terhadap aspek soft and hard competency ini dilengkapi dengan kunjungan benchmarking terhadap perusahaan pupuk dunia agar wawasan peserta terbuka dan membuka kesempatan untuk membangun global networking.

Kunjungan ke Konjen Osaka

Foto: Kunjungan ke Konjen Osaka


Angkatan pertama EDP ini telah berkunjung ke Jepang dan mengunjungi beberapa perusahaan skala global dan regional. Diantaranya berkunjung ke Ferticon Ltd perusahaan pupuk yang dimiliki Mitsubishi Group dan beroperasi di wilayah prefektur Okayama. Perusahaan pupuk ini telah berdiri sejak 1905 dan terus berevolusi menjadi perusahaan pupuk dengan aplikasi teknologi tinggi. Salah satu keunggulan teknologinya adalah kemampuan menekan loss ratio yang sangat rendah dan aplikasi teknologi yang memungkinkan perusahaan beroperasi dengan environmental friendly dimana efek pencemaran bau dan noise sangat rendah.
Disamping itu peserta EDP juga berkunjung ke GS Group suatu perusahaan yang memproduksi pupuk organic dengan bahan baku ampas kopi di wilayah prefektur Fukuyama. Produk perusahaan ini cukup unik dan menarik minat banyak negara lainnya untuk mengadopsi teknologi yang dipakai. Peserta EDP mendapat pengalaman bagaimana potensi Indonesia bisa dikembangkan seperti yang telah dilakukan GS group, serta mendapatkan pemahaman tentang pentingnya kerjasama dengan laboratorium penelitian PTPN untuk bersinergi menghasilkan pupuk yang bisa sangat customized.

Selain itu Group EDP ini berkunjung dan berdiskusi dengan Konjen RI di Osaka membahas beberapa isyu kerjasama ekonomi dan bisnis yang dimungkinkan dengan perusahaan Jepang. Intinya Konjen dapat membuka akses ke perusahaan dan market di Jepang yang dapat dimanfaatkan dunia usaha Indonesia, khususnya BUMN.

Benchmarking & Business Networking PIHC ke Jepang ini dapat meningkatkan kualitas SDM PIHC sehingga diharapkan siap bersaing di pasar nasional dan regional. Bukan mustahil suatu saat PIHC mampu mengikuti jejak Semen Indonesia sebagai pemain regional yang handal. Bahkan cita-cita untuk bersaing dengan pemain global seperti Sinofert holding pun bisa terealisir. Infrastruktur holding PIHC telah terus dikembangkan sehingga sinergi antar unit dapat mulai terealisir, seperti dengan pembentukan anak perusahaan PILOG untuk mengefisienkan fungsi logistic. Pengembangan SDM yang berkelanjutan dapat menjadi kepingan puzzle yang melengkapi kunci sukses perusahaan untuk bersaing di pasar global.

Pertemuan dengan kelompok bisnis Mitsubishi

Foto: Pertemuan dengan kelompok bisnis Mitsubishi