Menerbangkan Kembali Sang Garuda Indonesia

INC Updates

by Author

Menerbangkan Kembali Sang Garuda Indonesia

Awan mendung yang merundung PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mulai sirna setelah adanya titik terang dari rencana restrukturisasi utang jumbo dan dukungan dana tambahan dari pemerintah.

Proposal perpanjangan waktu pelunasan sukuk global senilai US$500 juta yang disampaikan pada 19 Mei 2020, mendapatkan tanggapan positif dari para pemegang surat utang.

Berdasarkan keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga masa berakhirnya waktu early consent fee pada 1 Juni 2020, suara yang memberikan persetujuan proposal mencapai US$444,98 juta. Jumlah suara ini mewakili 89 persen seluruh pokok sukuk.

“Berdasarkan suara elektronik yang sah menyetujui Proposal sampai dengan tanggal hari ini, Extraordinary Resolutions yang merupakan agenda dari Rapat akan berhasil disetujui,” tulis manajemen Garuda Indonesia, dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (2/6/2020).

Para pemegang sukuk yang telah menyetujui proposal itu akan mendapatakan tambahan early consent fee sebesar 75 bps. Adapun, pemegang sukuk yang memberikan persetujuan setelah 1 Juni 2020 hanya akan mendapatkan consent fee sebesar 50 bps.

Proposal yang diberikan Garuda Indonesia berisi penawaran perpanjangan jangka waktu penulasan Trust Certificates "Garuda Indonesia Global Sukuk Limited" dengan jangka waktu 3 tahun dan Covenant Holiday.


Proposal perpanjangan waktu pelunasan global sukuk tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Sukuk yang akan dilaksanakan di akhir masa grace period pada 10 Juni 2020.

“Berdasarkan suara elekronik yang telah diterima sampai dengan hari ini, persyaratan quorum untuk Rapat akan terpenuhi.”

Dihubungi terpisah, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyampaikan bahwa menyatakan perkembangan persetujuan ini menjadi angin segar untuk perusahaan. Hal ini dinilai mengindikasikan kesempatan diterimanya proposal perseroan kian besar.

“Perkembangannya menarik, tampaknya proposal kami diterima [pemegang sukuk] tapi untuk formalnya, kita akan tetap tunggu sampai 10 Juni,” katanya kepada Bisnis, Selasa (2/6/2020).

Dia menyatakan bahwa jika berhasil, proses restrukturisasi utang ini akan berdampak positif terhadap arus kas perusahaan. Pasalnya, perseroan tengah berada dalam fase yang cukup berat lantaran adanya pandemi Covid-19.