5 Januari 2021 IHSG Menguat
BUMNINC.COM | Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menganalsis, pelemahan dolar AS dipengaruhi ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap rendah. Selain itu, harapan untuk pemulihan ekonomi global dari pandemi Covid-19.
Dikabarkan, The Federal Reserve (The Fed) dijadwalkan untuk merilis risalah pertemuan Desember pada Rabu mendatang. Akibat hal itu, investor kembali melirik aset-aset berisiko termasuk mata uang negara berkembang.
“Investor akan mencari detail lebih lanjut tentang diskusi terkait penyusunan panduan kebijakan ke depan, mereka lebih eksplisit dan peluang peningkatan lebih lanjut dalam pembelian aset di tahun 2021,” ucap Ibrahimnya dilansir dari CNN, Kamis (4/1/2021).
Faktor penguat, dari dalam negeri sendiri adalah indeks rilisan BPS yakni, Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mencatat inflasi sebesar 1,68 persen sepanjang tahun lalu.
Hal itu dapat dilihat sebagai tanda positif karena konsumsi masyarakat sudah kembali menggeliat.
Disamping itu, pemerintah sudah mendistribusikan vaksin ke 34 provinsi sebagai bukti bahwa dilakukan penanganan Covid dengan baik. “Walaupun dalam gelombang pertama masih difokuskan ke Instansi-instansi tertentu,” katanya lagi.
Untuk perdagangan, Selasa (5/1) pagi, mata uang rupiah kemungkinan dibuka menguat di level Rp13.850-14.100 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.895 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (4/1) sore. Mata uang Garuda menguat 1,10 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya, Kamis (30/12), yaitu Rp14.050 per dolar AS.
Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.903 per dolar AS. menguat dibanding posisi hari sebelumnya yakni Rp14.105 per dolar AS. []
