Sering Mimpi Saat Tidur Ternyata Menurunkan Risiko Demensia
BUMNINC.COM I Para peneliti menduga bahwa orang yang jarang bermimpi saat tidur lebih mungkin mengalami demensia di masa mendatang.
Untuk diketahui, demensia biasanya menyerang lansia, dan ini merupakan penyakit pikun yang ditandai dengan penurunan daya ingat, kebingungan, hingga perubahan perilaku lainnya. Kondisi ini disebabkan oleh rusaknya sel-sel otak, sehingga memengaruhi kemampuan mengingat, berkomunikasi, hingga berpikir.
Guna memastikan dugaan itu, peneliti melakukan penelitian yang kemudian diterbitkan dalam sebuah jurnal Neurology. Mereka mendapati bahwa orang yang jarang mimpi saat tidur ternyata lebih mungkin mengalami demensia. Sementara, orang yang sering mimpi justru tak mengalami demensia.
Maka dari itu, peneliti lantas menyimpulkan bahwa tak bermimpi bisa meningkatkan risiko demensia di masa tua. Sementara bermimpi bisa melindungi seseorang dari risiko demensia. Semakin sering mimpi saat tidur, maka semakin kecil risiko mengalami penyakit ini.
