Jamkrindo Realisasikan Rp930 Miliar Untuk Penjaminan KMK PEN
BUMNINC.COM. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mampu mengambil peran menjadi motor penggerak ekonomi nasional di tengah krisis akibat pandemi COVID-19. Saran ini disampaikan oleh Lembaga kajian ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). Menurut INDEF, langkah pemerintah menggelontorkan dana ke BUMN melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) merupakah salah satu solusi tepat di tengah situasi krisis saat ini.
Program PEN ini diwujudkan dalam berbagai bentuk seperti pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan KMK atau Kredit Modal Kerja. PT Jamkrindo bersama PT Askrindo kemudian ditunjuk pemerintah untuk menjamin pelaku usaha UMKM atas kredit modal kerja yang diberikan melalui perbankan.
“Untuk penjaminan KUR kami bekerja sama dengan 30 lembaga penyalur KUR, baik itu bank umum, lembaga pembiayaan, maupun koperasi. Total realisasi penyaluran KUR secara nasional sampai semester 1 tahun 2020 sudah menjadi Rp176 triliun. Masing-masing kami dan Askrindo berbagi Rp38 triliun,” jelas Randi Anto, Direktur Utama Jamkrindo saat menjadi pembicara webinar Ngopi BUMN pada Rabu, 26 Agustus 2020 di Jakarta.
Terkait peluncuran program KUR Super Mikro dengan plafon maksimal Rp10 juta untuk modal kerja selama 3 tahun, saat ini terus dikoordinasikan dengan pihak perbankan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Koordinator Perekonomian.
Sedangkan, program PEN lainnya ialah Kredit Modal Kerja (KMK). Kredit dengan plafon sampai Rp10 miliar ini bisa diberikan sebagai kredit tambahan kepada existing costumer atau customer baru yang terdampak COVID-19. “Persetujuan pengajuan kredit berdasarkan hasil analisis pihak bank. Jamkrindo akan otomatis menjadi pinjaman sampai Rp1 miliar, di atas angka itu kami akan lakukan analisa lebih lanjut,” imbuh Randi Anto.
Lebih lanjut Randi Anto menjelaskan, sampai 25 Agustus 2020 nilai penjaminan KMK yang dilakukan Jamkrindo sebesar Rp929,5 miliar. Realisasi penjaminan tersebut menjangkau sekitar 1.612 debitur khusus untuk KMK PEN. Namun angka ini masih jauh dari target pemerintah yang sebesar Rp18,4 triliun karena program ini baru berlangsung sekitar satu bulan.
Randi Anto juga menjelaskan, “Untuk KMK PEN kami bekerja sama dengan 20 bank konvensional dan 8 bank syariah. Kerja sama dengan bank syariah ini dilakukan lewat anak perusahaan kami yakni Jamkrindo Syariah. Secara nasional penjaminan KMK PEN ini sudah mencapai Rp2,1 triliun untuk 3.400 debitur baru atau lama yang diberi pembiayaan sejauh ini oleh lembaga perbankan baik konvensional maupun syariah.”
