Kopdes Merah Putih diyakini bisa jadi solusi masalah logistik di desa
BUMNINC.COM I Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menilai Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) bisa menjadi solusi untuk mengatasi tantangan logistik di pedesaan.
Dalam pelepasan Tim Ekspedisi Patriot di Jakarta, Senin, Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDT, Samsul Widodo, menyoroti bahwa Indonesia, sebagai negara kepulauan, masih belum memiliki sistem logistik perdesaan yang terintegrasi.
“Banyak kabupaten tidak punya fasilitas cold storage (gudang pendingin),” ujarnya.
Ia mencontohkan di beberapa daerah seperti Bengkulu, pasokan ayam untuk restoran cepat saji masih harus dikirim dari Jakarta setiap tiga hari sekali dan disimpan dalam chest freezer, bukan cold storage, sementara di Kalimantan, fasilitas serupa hampir tidak ada.
Kondisi ini disebutnya menyebabkan ketidakseimbangan pasokan dan permintaan (oversupply dan overdemand) yang seringkali memicu inflasi. Untuk mengatasinya, Samsul menekankan pentingnya pembangunan gudang yang terkoneksi secara digital.
“Kalau gudang-gudang ini terkoneksi secara digital, kita bisa mengendalikan yang namanya oversupply, overdemand,” kata dia.
Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam digitalisasi logistik ini. Melalui pemanfaatan plafon kredit pemerintah, koperasi ini dapat membangun infrastruktur penting seperti cold storage dan fasilitas pendukung lainnya.
Hingga saat ini, lebih dari 80 ribu unit Kopdes sudah berbadan hukum. Dari jumlah tersebut, 35.000 unit telah memiliki akun microsite, dengan 2.900 unit sudah memperbarui data mereka. Pemerintah menargetkan 15 ribu Kopdes dapat beroperasi penuh pada Agustus 2025.
