Kementan Ungkap Peningkatan Ekspor Sektor Pertanian
BUMNINC.COM | Pada tahun 2020 anggaran Kementerian Pertanian juga dipotong sebesar Rp7 triliun untuk penanganan pandemi covid-19.
Semua Kementerian dipotong untuk kepentingan penanganan covid-19 diatas 20 sampai 30 persen sesuai dengan jumlah besaran dari Pagu anggaran yang dimiliki masing-masing Kementerian.
“Semua kementerian dipotong untuk penanganan covid,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam Raker Bersama DPR RI Komisi IV, Senin (25/1/2021).
Berdasarkan Surat Menteri Keuangan, anggaran Kementerian Pertanian dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 dipangkas Rp6,33 triliun.
Sehingga total anggaran yang semula sebesar Rp21,84 triliun berubah menjadi Rp15,51 triliun. Meskipun begitu, sektor pertanian mampu memberikan kontribusi besar bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Tahun 2020 Kementerian Pertanian tumbuh 16,24 persen untuk triwulan II, kemudian Infokom 3,44 persen.
“Cuma 2 Kementerian yang tumbuh positif selebihnya yang lain minus, itulah kurang lebih kita dihadapi di tengah-tengah covid-19. Kementan tumbuh tingi, positif diatas 16,24 persen,” tambah Syahrul.
Sementara, berdasarkan data BPS, pertumbuhan PDB menurut lapangan usaha pada triwulan III-2020 sektor pertanian masih tumbuh 2,15 persen.
Kemudian Nilai Tukar Petani (NTP) juga meningkat sejak Juni 2020 sebesar 99,63 persen menjadi 103,25 persen pada Desember 2020. Nilai tukar usaha pertanian (NTUP) Desember 2020 sebesar 104.00 atau naik di perkebunan tumbuh sebesar 11,8 persen.

