Anggota DPR: Ekonomi rakyat kecil harus dilindungi imbas konflik
BUMNINC.COM I Anggota Komisi VII DPR RI Kaisar Abu Hanifah meminta pemerintah untuk melindungi perekonomian masyarakat kecil, setelah adanya gejolak konflik yangterjadi di kawasan Timur Tengah.
“Ini bukan sekadar urusan geopolitik yang jauh dari kita. Ketika Selat Hormuz bergejolak, industri kita ikut berguncang,” kata Kaisar di Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan bahwa perang tidak pernah menguntungkan masyarakat kecil karena yang mengalami kerugian selalu pedagang, perajin, hingga buruh.
Menurut dia, pemerintah harus segera mengambil langkah konkret demi mengantisipasi hal itu.
Dia menilai situasi saling serang di Timur Tengah berpotensi mengguncang fondasi industri nasional Indonesi
Dia pun mengingatkan pemerintah agar tidak meremehkan dampak sistemik dari konflik ini terhadap rantai pasok industri manufaktur, sektor UMKM, serta stabilitas harga energi dalam negeri.
Menurut dia, struktur industri nasional cukup rentan terhadap gejolak eksternal karena 90 persen bahan mentah industri manufaktur nasional masih berasal dari impor, dengan 30 persen di antaranya bergantung dari China.
