IHSG Naik Di Awal Tahun, Saham CPO yang Paling Direkomendasikan
BUMNINC | CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya memprediksi, IHSG berpeluang menguat. Meskipun harus alami potensi terkoreksi terebih dahulu di awal bulan, tahun 2021 ini.
Menurutnya, harga saham di perusahaan-perusahaan crude palm oil (CPO), harganya terus melambung tinggi, bahkan dalam 8,5 tahun terakhir. Merupakan hal yang patut menjadi acuan bagi para investor.
Misalnya PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) yang telah membentuk uptrend dengan target 1.500 seandainya menembus resistance di 1.430. PT Elnusa Tbk (ELSA), harga minyak kembali meninggi dan di tahun 2021 ini dibuka US$ 48 per barel. Target harga ELSA berada di 416 jika mampu menembus resistance 394. Sekarang, masih diperdagangkan di PBV 0,7 kali dan PE 10,7.
“Dikarenakan penderita positif Covid-19 yang semakin banyak pasca libur tahun baru dan ada wacana pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang mengakibatkan investor wait and see,” ujarnya kepada Kontan, dikutip Minggu (3/1/2021).
Perkiraannya, IHSG akan bergerak di level 5.820 hingga 6.174 di bulan ini. Kemungkinan, IHSG mampu mendakti arah resistance di 6.174 karena adanya January Effect. Faktor lainnya, investor ritel dan asing diperkirakan akan mulai masuk ke pasar Indonesia sebagai aktor penguat.
Terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) juga menjadi salah satu faktor penting. Kebijakannya terkait stimulus, green energy, dan kebijakan lockdown adalah faktor penentu yang cukup krusial menenangkan gejolak ekonomi. Perang dagang antara Amerika dan Cina kemungkinan mereda di bawah tampuk kepemimpinan Biden.
Kecenderungan lainnya, yang mendorong kenaikan IHSG dari dalam negeri adalah distribusi vaksin yang rencananya akan dimulai bulan Januari 2021. Di samping itu, IHSG juga akan terangkat sentimen penerapan Omnibus Law dan juga pembentukan Soverign Wealth Fund (SWF/LPI) tahun ini.
LPI akan menampung dan mengelola dana investasi yang masuk. Dana yang dikelola oleh LPI digunakan untuk mendanai pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.
Ia mewanti-wanti bahwa akan cukup banyak gejolak ketika faktor-faktor dalam negeri ini diberitakan media. Karena dapat menjadi sasaran empuk dan mengombang-ambing keyakinan investor.
Selain itu, menurut Bernadus peningkatan jumlah penderita Covid-19 dan wacana pengetatan kembali PSBB adalah yang paling awal berdampak.
Sebelumnya, IHSG melemah 0,95% ke level 5.979,07 pada perdagangan di pengujung tahun 2020, Rabu (30/12). Walau melemah di hari terakhir, IHSG cenderung bergerak menguat dalam sebulan. Dari catatan RTI Business, IHSG menguat 3,38% selama bulan Desember 2020. []
