Indef Sebut Meninggalnya 6 Anggota FPI Bisa Direspons Negatif Investor
BUMNINC.COM I Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengungkapkan peristiwa meninggalnya 6 anggota Front Pembela Islam (FPI) oleh aparat kepolisian membuat investor lebih berhati-hati. Ekonom Indef Nailul Huda mengatakan, keterangan polisi yang mengatakan ada kepemilikan senjata oleh anggota FPI merupakan kabar buruk, dan bisa direspons secara negatif oleh investor.
“Artinya ada tindakan represif dari polisi dan pembiaran kepemilikan senjata api oleh warga sipil. Investor tentu akan lebih banyak menunggu kasus ini selesai,” kata Huda di Jakarta, Rabu (9/12/2020) dilansir Sindonews.com.
Menurut Huda, kasus tersebut juga belum menunjukkan titik terang lantaran belum ada saksi mata dan CCTV tempat kejadian dinyatakan sedang tidak berfungsi. Situasi itu membuat investor-investor masih menunggu terhadap pasar keuangan dan modal di Indonesia. “Investor masih wait and see perkembangan kasusnya,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, enam pengawal pentolan FPI Muhammad Rizieq Shihab itu diketahui tewas dalam bentrokan dengan polisi di KM50 Tol Jakarta-Cikampek, Senin (7/12) dini hari.
Polisi menyebut diserang terlebih dulu dengan senjata api dan senjata tajam. Sementara empat orang lainnya disebut kabur usai bentrokan tersebut.
Sementara FPI mengaku diserang terlebih dulu oleh Orang Tak Dikenal (OTK) saat mengiringi Rizieq Shihab yang akan datang ke acara pengajian keluarga.[]
