Jamkrindo Sponsori Produk Kopi Indonesia
PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) ikut mendukung produk kopi Indonesia tampil
di ajang Amsterdam Coffee Festival 2025. Dari sistem talun hingga giling basah, kopi
Indonesia tampil di panggung dunia sebagai simbol keberlanjutan dan cita rasa lokal.BUMNINC.COM I Dari kebun kopi di lereng-lereng Nusantara hingga meja-meja saji di Eropa, secangkir kopi Indonesia kini hadir membawa lebih dari sekadar aroma dan rasa. Dalam ajang bergengsi Amsterdam Coffee Festival 2025 yang berlangsung di Belanda, kopi Indonesia tampil memikat dengan cerita keberlanjutan dan budaya yang tertanam dalam setiap tetesnya. Adalah Roemah Indonesia BV yang memimpin misi ini, menggandeng berbagai mitra seperti Toko Kopi Tuku (TUKU), Beragam Rasa Indonesia (BERAGAM), serta didukung penuh oleh Jamkrindo, BCA, BNI, Mind.id, SMBC, hingga Koperasi Klasik Beans.
Dalam festival bertema Kopi Keberlanjutan, kehadiran Indonesia bukan sekadar peserta—melainkan duta cita rasa dan tanggung jawab sosial. “TUKU dan BERAGAM mendukung praktik agroforestri berkelanjutan melalui sistem talun dan menyoroti proses pasca panen giling basah, sebagai solusi iklim, serta memperkenalkan cerita di balik setiap cangkir kopi yang bertanggung jawab terhadap alam, kesejahteraan petani, dan pelestarian budaya kopi Indonesia,” kata Dindin Mediana, Founder dan Direktur Roemah Indonesia BV, dalam rilis yang diterima Selasa, 8 April 2025.
Sistem talun yang diusung adalah praktik agroforestri tradisional khas Indonesia. Berbeda dengan pola monokultur yang menguras tanah, talun meniru ekosistem hutan alami: kopi ditanam berdampingan dengan berbagai tanaman dan pepohonan yang menjadi naungan alaminya. Model ini bukan hanya menjaga ekologi, tapi juga memperkuat ekonomi petani kecil.
“Talun terbukti efektif dalam menjaga regenerasi alami lahan, menekan deforestasi, melestarikan keanekaragaman hayati, sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi para petani lokal,” ujar Dindin.
Tidak berhenti pada pola tanam, keberlanjutan juga dibawa hingga ke tahap pasca panen. Giling basah—teknik unik khas Indonesia—ditampilkan sebagai respons terhadap tantangan iklim. Metode ini memungkinkan pengeringan lebih cepat meski dalam kondisi curah hujan tinggi, menjaga karakter rasa dan meningkatkan efisiensi.
“Giling basah menjaga kualitas cita rasa kopi premium serta mendukung perekonomian petani. Kemitraan dari hulu ke hilir merupakan kunci dalam memperkuat industri kopi Indonesia,” tambahnya.
Panggung Amsterdam menjadi ruang pertemuan antara kekayaan alam tropis dan apresiasi dunia internasional. Di festival ini, produk-produk seperti kopi single origin dan gula aren hasil olahan bertanggung jawab turut dipamerkan, disajikan dalam narasi besar tentang keberlanjutan dan semangat gotong royong.
Dukungan berbagai pihak juga mencerminkan kuatnya ekosistem kopi Indonesia. Selain Jamkrindo yang menjadi salah satu sponsor utama, hadir pula dukungan dari PMO Kopi dan Kakao Nusantara, Atase Perdagangan RI di Belanda, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag. Mereka memastikan diplomasi rasa ini berjalan efektif dan menjangkau pasar global.
Festival ini bukan hanya soal menjual kopi, tapi tentang menyampaikan pesan. Bahwa secangkir kopi Indonesia bukan hasil dari eksploitasi tanah atau petani, melainkan cerminan dari praktik pertanian yang lestari, komunitas yang kuat, dan cita rasa yang dijaga dengan penuh hormat.
Melalui kolaborasi ini, kopi Indonesia tidak sekadar diekspor sebagai komoditas, tapi dibawa sebagai narasi budaya dan inovasi. Sebuah warisan yang diolah dengan modernitas, dikemas dalam tanggung jawab, dan disuguhkan kepada dunia dengan bangga.
“Ini adalah perjalanan dari kebun ke cangkir, yang menyuarakan identitas Indonesia dalam wujud yang paling hangat dan akrab: secangkir kopi,” ujar Dindin.
Dan dalam setiap cangkir itu, tersimpan cerita panjang tentang alam, manusia, dan negeri yang berupaya menjaganya.
Berita ini dikutip dari majalah Jamkrindo edisi April 2025.
