Toto Pranoto Harap Danantara Bisa Menarik Investor Global
BUMNINC.COM I Pengamat BUMN dari Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia UI Toto Pranoto berharap Danantara tidak hanya fokus pada perolehan pendapatan dari pengelolaan portofolio investasi. Danantara juga perlu menghasilkan sejumlah aset yang bisa dijadikan instrumen atau katalisator pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.
Dia mencontohkan upaya keberhasilan sovereign wealth fund (SWF) milik Malaysia yakni Khazanah. Khazanah, kata Toto, fokus pada konektivitas, transisi energi, dan digitalisasi sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi.
“Fokus itu hampir mirip dengan apa yang kita inginkan, atau pidato Presiden Prabowo Subianto saat peluncuran Danantara,” kata dia dalam Seminar dan CEO Talk yang diadakan Lembaga Management FEB UI di Jakarta, Kamis, 27 Februari 2025.
Selain itu, Toto juga berharap, Danantra dapat membuat program-program strategis yang bisa menarik investor asing. Dia harap pemerintah memiliki proporal menarik sehingga investor global tertarik membiayai proyek infrastruktur.
“Jika Danantara dapat berfungsi secara optimal di masa mendatang, saya optimistis mereka juga dapat memasuki area tersebut,” kata dia.
Toto mencontohkan lembaga Dana Investasi dan Infrastruktur Nasional (NIIF) yang dikelola oleh pemerintah India. NIIF mencoba menarik investor global untuk membiayai proyek infrastruktur. Caranya, pemerintah hanya memiliki kepemilikan saham NIIF sebesar 49 persen. Pemerintah pun mengundang investor global untuk berinvestasi. “Mereka dilibatkan sebagai investor untuk membangun proyek. Kemudian pemerintah membentuk instrumen di sini, lembaga ini mengelola master fund,” kata dia.
Menurut Toto, dengan skema master fund, NIIF bisa melihat proyek apa yang bisa digarap. Proyek itu seperti pengembangan Pelabuhan, infrastruktur perkotaan, hingga bandara. “Di mana shareholding-nya beragam,” kata dia.
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara pada Senin, 24 Februari 2025. Dia sudah menandatangani Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2025 tentang Pengangkatan Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana BPI Danantara Indonesia.
Prabowo juga meneken Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola BPI Danantara. “Pada hari ini, hari Senin, tanggal 24 Februari 2025, saya Presiden Republik Indonesia menandatangani Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025,” kata Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta.
Prabowo mengatakan Danantara bukan hanya lembaga pengelola dana investasi, tetapi juga instrumen atau alat pembangunan nasional. “Jangan salah, apa yang kami luncurkan hari ini bukan sekadar dana investasi, melainkan instrumen alat pembangunan nasional yang harus bisa mengubah cara mengelola kekayaan bangsa demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Prabowo dalam pidato peresmian Danantara yang dipantau melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin.
Dia mengklaim pemerintah berhasil mengelola kekayaan negara dengan disiplin keuangan yang ketat dan bertanggung jawab dalam 100 hari pertama kepemimpinannya. “Kami berhasil mengamankan lebih dari Rp 300 triliun, hampir US$ 20 miliar, dalam bentuk tabungan negara. Dana yang sebelumnya terhambat oleh inefisiensi, korupsi, dan belanja-belanja yang kurang tepat sasaran,” kata dia.
