Sembilan BUMN Pangan Kembali Lakukan Pembahasan, Begini Update Holding Pangan
BUMNINC.COM | Perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergabung dalam Klaster Pangan kembali melakukan pembahasan terkait pembentukan holding.
Direktur Utama PT RNI Arief Prasetyo Adi mengungkapkan, upaya pembentukan ini tengah dipercepat. Salah satunya kini telah dibentuk Project Management Office (PMO) yang dibagi menjadi tujuh stream, bertugas untuk mengawal Project Charter percepatan pengembangan BUMN Pangan.
Tujuh strean tersebut, terdiri dari Portfolio Business Development and Business Integration, Finance Funding and Investment, lalu SDM, Organisasi & Budaya, Optimalisasi Aset, Supply Chain Management & IT/IRT, Legal GCG Internal Audit & Risk Management, dan Holding Strategy & Transformation.
Arief menyebutkan, perkembangan yang saat ini sudah terlaksana adalah membuat buku kajian pemerseroan, draf rancangan peraturan pemerintah (RPP), izin prakarsa pemerseroan dan penggabungan, dan PAK pemerseroan. Adapun proses yang telah berjalan adalah pembuatan kajian penggabungan dan kajian imbreng.
Proses selanjutnya, pemerseroan dan merger beberapa kluster pangan. Misal, di bidang pertanian Sang Hyang Sri akan merger dengan Pertani, Bhanda Ghara Reksa dengan Perusahaan Perdagangan Indonesia. Kemudian di sektor perikanan, Perindo akan merger dengan Perinus.
Arief menungkapkan, setelah proses tadi selesai, selanjutnya proses penggabungan dan imbreng.
Diharapkannya, pembentukan holding BUMN pangan ini terbentuk kuartal III-2021 atau selambatnya September tahun ini. “Kita semua berharap ini bisa terjadi di kuartal III tahun 2021,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (29/4/2021).



