Catatan Akhir Tahun BUMNINC: Situasi Bisnis Penerbangan Indonesia 2020
BUMNINC.Com | Ditinjau dari jenis penerbangan, akhir tahun 2020 ini, jumlah penumpang domestik tercatat tumbuh sebesar 17,3% mom atau menjadi 2,2 juta orang. Selain itu pertumbuhan penumpang masih didominasi oleh capaian bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali) dan bandara Soekarno-Hatta (Banten).
Di Ngurah Rai dan Soekarno Hatta, jumlah penumpang domestik masing-masing tumbuh 22,99% mom (vs. 80,9 ribu September 2020) dan 20,20% mom (vs. 499,9 ribu pada bulan September 2020).
“Dari data yang kami himpun dan analisis, AirNav Indonesia memprediksi pergerakan pesawat udara (traffic movement) rute domestik maupun internasional pada bulan Desember 2020 akan mencapai 109.002 pergerakan,” kata Direktur Utama AirNav Indonesia, M. Pramintohadi Sukarno dalam rilis resmi, Rabu (09/12/2020).
“Dibandingkan dengan bulan Desember 2019 lalu, AirNav Indonesia melayani total 184.752 pergerakan. Artinya memang masih ada -41% pergerakan yang akan kami layani pada bulan Desember 2020 ini dibanding tahun lalu,” ujar Pramintohadi.
Ditilik dari catatan tengah tahun 2020, yang diungkapkan Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Senin (03/08/2020), ia mengatakan penerbangan internasional juga mulai menunjukan kenaikan mencapai 20 ribu pada Juni 2020. Angka ini relatif membaik atau naik 54,70 persen dari Mei 2020 di kisaran 10 ribu penumpang.
BUMNINC melihat tantangan yang dihadapi tahun ini, jauh lebih berat dengan adanya pandemi COVID-19. Situasi ini memberikan dampak luar biasa terhadap semua sektor internal aviasi, dari turunnya jumlah penumpang, tercermin dari pembatalan yang dialami sejumlah penerbangan, pemeriksaan dan pelaksanaan protokol kesehatan yang memangkas kapasitas angkut penumpang pesawat, hingga demi alasan efisiensi, sejumlah maskapai terpaksa menutup penerbangan pada beberapa rute yang dianggap kurang ekonomis.
Pemerintah bersama kementerian, BUMN penerbangan dan sektor swasta berupaya untuk refocusing perhatiaannya ke sektor layanan dan paiwisata, sebagai proyeksi jangka panjang. Tercermin dari paparan Roadmap BUMN 2020 – 2024 yang menempatkan Garuda Indonesia, Angkasa Pura, dan AirNav sebagai sub-klaster pendukung industri dalam negeri.
Ditilik dari fokus utama yang dicanangkan, dalam agenda pengembangan mencakup digitalisasi proses bisnis, corporate action, pengembangan model bisnis baru, hingga pengembangan sumber daya manusia. Perkiraan banyak pihak bahwasanya total kunjungan wisatawan mancanegara 2020 hanya mencapai 4,1 – 4,2 juta seiring masih ditutupnya pasar global bagi penerbangan internasional.
Gambaran diatas tersebut jelas menyiratkan sektor penerbangan nasional masih akan tertekan selama pandemi berlangsung. seluruh pemangku kepantingan di sektor ini meretas asa sambil berharap setuasi perlahan pulih di tahun 2021 mendatang.
