Revisi Target Strategi Bukit Asam Hadapi Pandemi
BUMNINC.COM. Pandemi COVID-19 telah berlangsung selama lebih dari enam bulan. Sejak Mei 2020, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) sudah mulai merasakan imbasnya. Ketika itu PTBA berencana untuk merevisi target produksi dan penjualan baru bara di tahun 2020 jika pandemi masih berlangsung sampai kuartal III 2020.
Saat itu, Direktur Utama Bukit Asam, Arviyan Arifin dalam konferensi pers virtual mengatakan. Bahwa revisi merupakan langkah yang diambil perusahaan jika kondisi penyebaran virus corona belum teratasi sampai September atau Oktober tahun ini. Sementara itu, jika penyebaran virus berakhir pada Juni atau Juli 2020, maka PTBA tidak perlu merevisi target produksi dan penjualan.
Kenyataannya, sampai semester II 2020, pandemi COVID-19 belum berakhir. PTBA pun mengambil sejumlah langkah efisiensi. Pertama, Bukit Asam memangkas target produksi batu bara tahun ini menjadi 25,1 juta ton yang tadinya, sejak awal tahun, target produksi dipatok sebesar 30 juta ton. Revisi target produksi ini harus dilakukan karena terjadinya penurunan permintaan dari dalam maupun luar negeri.
Direktur Keuangan PTBA, Mega Satria, saat pemaparan publik secara virtual pada Kamis, 27 Agustus menyampaikan, “Mengenai produksi bara memang kita melakukan penyelarasan dengan adanya COVID-19 sehingga kita produksi batu bara di level 25 juta (ton) sampai Desember 2020.”
Kedua, PTBA melakukan efisiensi di semua lini, mulai dari efisiensi produksi sampai pola kerja. Selain itu, PTBA terus mengoptimalkan pasar dalam negeri yang masih memiliki kontrak jangka panjang bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN), selain juga terus berupaya untuk masuk pasar baru.
Sebenarnya langkah untuk mencari pasar baru juga sudah dilakukan PTBA sejak awal pandemi berlangsung. Apalagi ketika itu, sejumlah negara yang menjadi pelanggan PTBA memberlakukan lockdown, seperti India misalnya. India merupakan salah satu negara tujuan ekspor terbesar untuk batu bara kalori medium.
Direktur Niaga Bukit Asam, Adib Ubaidillah saat konferensi pers virtual di awal Mei 2020 menjelaskan, bahwa langkah optimalisasi untuk mencari pasar baru membuahkan hasil. Pada triwulan II 2020, perusahaan melakukan ekspor ke Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam, Hongkong, dan Korea Selatan.
Ke depan, PTBA akan terus melanjutkan berbagai proyek di tengah pandemi ini. Antara lain, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Sumsesl 8 di Muara Enim, Sumatera Selatan yang masih berjalan sampai saat ini. Proyek berkapasitas 2×620 megawatt (MW) ini targetnya bisa beroperasi komersial pada semester pertama 2020. Harapannya, pada akhir tahun bisa tuntas 65 persen, dan pada kuartal I 2022 bisa rampung.
