BRI Akan Terus Dorong Pembiayaan untuk Usaha Mikro dan Ultra Mikro
BUMNINC.COM | Melalui BRI Micro & SME Index (BMSI) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat penurunan pada kegiatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), untuk kuartal IV tahun 2020.
Direktur Utama BRI, Sunarso mengatakan dari 84,2 pada kuartal III 2020 menjadi 81,5 di kuartal IV 2020. Penurunan yang terjadi sejalan adanya pengetatan aktivitas sosial dan mobilitas masyarakat, faktor musiman dan cuaca yang mengganggu produksi UMKM.
Meskipun, pada kuartal yang sama, terjadi pula penurunan restrukturisasi kredit hingga 6 persen menjadi Rp 186 triliun hingga kuartal IV-2020.
“Restrukturisasi terus dilakukan, dari Rp 198 triliun, di kuartal IV-2020 restrukturisasi turun jadi Rp 186 triliun,” ujarnya dalam Press Conference BRI Micro and SME Index secara virtual di Jakarta, Kamis (18/2/2021).
Sunarso pun mengklaim program restrukturisasi, subsidi bunga, dan pinjaman baru terbukti memberikan dampak positif terhadap kinerja usaha UMKM untuk bisa bertahan dan bangkit.
Kemampuan debitur UMKM menjadi lebih baik dalam memenuhi kewajibannya membayar pokok dan bunga pinjaman.
Namun, yang saat ini masih menjadi fokus BRI adalah adanya 10,2 juta nasabah UMKM di BRI. Di mana 93 persen diantaranya merupakan UMKM mikro yang mampu menyerap kredit Rp 205 triliun.
“Hal ini akan menjadi fokus BRI ke depan,” tegasnya.
