Kementerian ESDM Harapkan Semua Sektor Berkolaborasi Bantu Pendanaan Smart Grid
BUMNINC.COM | Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan skema pendanaan untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur dan pengembangan jaringan listrik pintar (smart grid).
Teknologi ini akan meningkatkan keandalan dan mampu menciptakan keandalan dan efisiensi di pembangkit, transmisi dan distribusi. Teknologi ini juga bisa membantu mempercepat proses elektrifikasi.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam siaran persnya mengungkapkan, komitmen pemerintah dalam memperluas akses listrik ke seluruh pelosok Indonesia.
Sistem ini, mengedepankan prinsip ketersediaan (availability), keandalan (reliability), dan keterjangkauan (affordability).
“Untuk mengakselerasi pengembangan smart grid harus memahami prinsip, teknologi, dan regulasi. Termasuk bagaimana sektor perbankan dapat mendorong pengembangan smart grid,” jelasnya.
Hal ini tercermin dalam capaian rasio elektrifikasi yang sudah mencapai 99,20 persen di akhir tahun 2020. Capaian tersebut merupakan sebuah lompatan besar dalam kurun waktu 20 tahun, mengingat tahun 2000 lalu rasio elektrifikasi Indonesia hanya sebesar 53 persen.
Selain itu, program ini merupakan amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024, pemerintah telah memasukkan pembangunan smart grid ke dalam draf Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang saat ini sedang dalam tahap finalisasi.
“Kami menargetkan akan membangun 5 smart grid setiap tahun hingga akhir 2024,” ujar Rida.
Diketahui, pemerintah sendiri telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang ESDM sebagai produk turunan hukum dari UU Nomor 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja.
