Agro Solution Pupuk Indonesia dapat The Best Innovation in Social Business Model
Hasilnya, peningkatan rerata panen gabah kering sebesar 55,8 persen dan jagung kering sebesar 45 persen pada wilayah tersebut. Keuntungan petani pun turut meningkat 91 persen untuk panen gabah kering dan dari 60 persen untuk jagung.
“Program ini merupakan langkah nyata perusahaan mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.
Menurutnya, faktor utama keberhasilan program ini adalah pendampingan atau kawalan teknologi. “Dengan adanya peningkatan produktivitas secara signifikan, serta akses permodalan dan pasar yang dipermudah, maka pendapatan petani meningkat sehingga petani tidak lagi tergantung pada pupuk bersubsidi,” ucapnya.
Sebagai indformasi, Agro Solution resmi diluncurkan Pupuk Indonesia di Kabupaten Jember pada 5 November 2020 lalu. Pupuk Indonesia menargetkan Agro Solution bisa dilaksanakan di lahan seluas 50.000 hektare pada tahun 2021.
Target tersebut dilaksanakan oleh lima anggota holding yaitu Petrokimia Gresik dengan target lahan 16.000 hektare, Pupuk Kalimantan Timur (12.000 hektare), Pupuk Kujang (10.000 hektare), Sriwidjaja Palembang (8.000 hektare), dan Pupuk Iskandar Muda (4.000 hektare).
Saat ini Agro Solution telah dilaksanakan pada 10.861 hektar lahan di berbagai wilayah Indonesia.[]


