Belum Capai Target, Baru 69,15 Persen BUMN yang Lulus Sertifikasi Manajemen Anti Suap
Di sisi lain, sambungnya, sertifikasi ISO 37001:2016 juga terhambat keterbatasan sumber daya manusia dan waktu. Sebab, skema kerja yang diterapkan berubah dari kerja dari kantor jadi kerja dari rumah.
“Tapi yang terpenting ISO ini bukan sekadar jumlahnya tapi penerapannya benar-benar menjamin mutu manajemen yang anti suap, korupsi, dan gratifikasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Suprianto mengatakan kementerian sejatinya selalu berusaha mengeluarkan kebijakan pencegahan pelanggaran berupa korupsi dan lainnya. Misalnya, dengan menerapkan tata kelola BUMN yang berorientasi good corporate governance.
Selain itu, mereka juga menerapkan pedoman sistem pelaporan dugaan pelanggaran, pelaporan harta kekayaan penyelenggara negara, program pengendalian gratifikasi, dan lainnya. Selain itu, juga melalui surat edara menteri agar pengelolaan BUMN bersih, larangan memberikan souvenir, dan lainnya.
“Kalau di presiden ada revolusi mental, di kami juga ada AKHLAK. Jadi semua ini targetnya agar pelanggaran-pelanggaran tidak terjadi lagi,” katanya.
C&B Manager PT Telkom (Persero) Tbk Iwan Setiawan mengungkapkan perusahaannya merupakan salah satu BUMN yang sudah memegang ISO 37001:2016 sejak 10 Agustus 2020. Menurutnya, ISO ini memberikan manfaat bagi perusahaan.
“Dampaknya bisa meningkatkan budaya anti korupsi, meningkatkan reputasi perusahaan, efisiensi biaya, da menambah kepercayaan stakeholder,” katanya.[]


