Bio Farma Dapat Kucuran Dana Sampai Rp2 triliun Untuk Pengadaan Vaksin
BUMNINC.COM I Kementerian Keuangan akan menyuntikkan dana sebesar Rp2 triliun kepada PT Bio Farma (Persero) untuk pengadaan vaksin.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Isa Rachmatawarta. Ia menjelaskan, rencana penyuntikan dana untuk holding BUMN farmasi ini muncul saat Kementerian BUMN bersama Kementerian Keuangan dan Komisi XI DPR RI melakukan kajian. Dari kajian tersebut ditemukan urgensi untuk menambahkan modal ke Bio Farma Group.
Menurut Isa, suntikan dana tersebut akan dialokasikan dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN) dalam rangka pengadaan obat-obatan, vaksin COVID-19, dan pengembangan sarana prasarana kesehatan.
Isa menjelaskan PMN sebesar Rp2 triliun diberikan sepenuhnya kepada Bio Farma sehingga pemerintah menyerahkan kewenangan kepada Bio Farma untuk menentukan cara membagi dana tersebut kepada PT Kimia Farma Tbk dan PT Indofarma Tbk.
“Mengenai komposisi saya tidak ingat persis ke Bio Farma berapa, Kimia Farma berapa. Tapi secara umum project itu di induk Bio Farma yang di dalam ada Kimia Farma dan Indofarma,” jelasnya.
Isa melanjutkan meski hanya tersisa dua bulan lagi namun ia optimistis bahwa PMN untuk Bio Farma dapat ditambahkan ke dalam APBN 2020 sehingga dapat mendorong penanganan COVID-19. “Kalau memungkinkan kita tambahkan ke APBN 2020 karena memang relevan dengan penanganan COVID-19 sehingga mungkin kita ajukan ke 2020. Tinggal dua bulan tapi rasanya bisa cukup di-manage,” tegasnya. []
