Dirut BTN: Tenor FLPP hingga 40 tahun perluas akses kredit perumahan
BUMNINC.COM I Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon L.P. Napitupulu memandang, tenor KPR FLPP yang lebih panjang hingga 40 tahun berpotensi menekan cicilan dan memperluas kelompok masyarakat yang dapat mengakses kredit perumahan.
Adapun pemerintah melalui Komite Tapera telah menyepakati pengembangan tenor KPR FLPP hingga 40 tahun. BTN menyatakan saat ini masih menunggu kesiapan implementasi skema tersebut sebelum dapat ditawarkan kepada masyarakat.
“Kalau ini terjadi, angsurannya bisa antara Rp700.000–Rp800.000. Itu murah sekali buat masyarakat yang tadinya masuk kelompok desil 4–5, sehingga bisa ikut membeli rumah ke depannya,” kata Nixon dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Menurut Nixon, strategi meningkatkan keterjangkauan juga perlu mempertimbangkan perkembangan kemampuan finansial masyarakat.
Tenor yang lebih panjang dan beban bunga yang lebih ringan pada periode awal dapat memberikan ruang bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mulai memiliki rumah lebih awal.
“Kita membuat keterjangkauan dulu, supaya orang yang tadinya tidak bankable bisa menjangkau dengan cara memanjangkan tenor kredit. Kemudian bunga dibuat lebih ringan di depan. Nanti penghasilannya naik dan bisa catch up dengan angsuran normalnya. Tapi itu membutuhkan waktu tiga, empat, sampai lima tahun,” jelas Nixon.
Adapun melalui Danantara Housing Expo (DHE) 2026, BTN bersama Danantara dan bank-bank Himbara menghadirkan skema KPR dengan bunga mulai 2,75 persen dan tenor hingga 30 tahun.
Pameran yang berlangsung di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, pada 27–30 Agustus 2026 ini menghadirkan lebih dari 120.000 pilihan properti dari lebih dari 130 pengembang BUMN dan swasta.
Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, pameran tersebut diarahkan untuk mempertemukan tiga aspek penting, yakni pasokan hunian dengan harga terjangkau, skema pembiayaan yang kompetitif, serta akses yang lebih mudah bagi masyarakat.
“Danantara Housing Expo 2026 mencerminkan komitmen nyata Danantara Indonesia dan seluruh ekosistem BUMN dalam mendukung Program 3 Juta Rumah Pemerintah,” ujar Rosan.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menilai, Danantara Housing Expo menjadi wadah kolaborasi untuk mempertemukan berbagai unsur ekosistem perumahan.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap hunian, tetapi juga mendorong transaksi, penyerapan rumah, serta memberikan efek berganda bagi perekonomian.
“Danantara Housing Expo bukan hanya sebagai tempat untuk menawarkan rumah, tetapi juga sebagai platform yang menyatukan pembeli rumah, pengembang, bank, dan berbagai pelaku industri dalam satu ekosistem perumahan,” kata Maruarar.
