BSI Dukung Pengembangan Industri Fesyen Muslim Indonesia
BUMNINC.COM I PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mendukung pengembangan industri halal di Tanah Air, salah satunya industri fesyen. Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna mengatakan, dukungan tersebut dilakukan mengingat potensi pasar yang besar dan upaya mewujudkan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia.
Bank syariah sebagai salah satu bagian penting sektor keuangan syariah juga memiliki peran signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah dan industri halal.
“Dengan status penggabungan tiga bank milik Himbara menjadi bank syariah terbesar di Indonesia, menjadikan tanggung jawab moral semakin besar untuk aktif mendukung pengembangan industri halal termasuk industri fesyen,” kata Anton dalam keterangannya beberapa waktu lalu.
Merujuk data Kementerian Perdagangan, industri fesyen muslim memiliki pasar yang besar yakni mencapai 11 miliar dolar AS. Jika dikonversi ke dalam Rupiah, angka tersebut setara dengan Rp158,1 triliun (asumsi kurs Rp14.377 per dolar AS). Adapun sejauh ini Indonesia hanya mengekspor sebesar 500 juta dolar AS.
Menyadari besarnya peluang untuk pertumbuhan di industri fesyen muslim ini, BSI sebagai bagian dari ekosistem ekonomi syariah, akan mendukung upaya pengembangan dan optimalisasi potensi tersebut. Salah satunya memperkuat sinergi para pelaku di industri, termasuk para perancang busana.
Anton kembali melanjutkan, BSI akan terus menyesuaikan berbagai kebijakan dan strategi bisnisnya ke depan dengan melihat potensi pengembangan pada sektor fesyen muslim.
BSI juga tetap mendukung sektor makanan dan minuman halal, serta farmasi dan kosmetik halal.
“BSI memiliki variasi solusi untuk membantu pengembangan ekosistem industri halal di Indonesia, seperti untuk halal supply chain, intermediasi antara investor halal domestik dan global, hingga layanan Super App Mobile Banking untuk transaksi keuangan di industri halal,” ujar Anton.
Dukungan sektor keuangan syariah, termasuk komitmen kuat BSI tersebut diharapkan dapat mewujudkan harapan menjadikan Indonesia sebagai pusat fesyen muslim bahkan pusat industri halal dunia.
Pasalnya, sesuai data riset dari State of the Global Islamic Economy Report, industri halal menyimpan potensi besar hingga mencapai Rp4.000 triliun.
Potensi industri halal tersebut terdiri dari halal food, media, pariwisata, farmasi, fesyen, kosmetik dan umrah. Secara umum, potensi nilai industri halal di Indonesia diproyeksikan tetap bertumbuh pada tahun 2022.
Kondisi ini juga didukung dengan beberapa event di sektor industri halal yang akan digelar di tahun 2022.
Seperti yang dilakukan oleh pihak Indonesia Fashion Chamber (IFC). Di tahun ini, IFC bersinergi dengan Kinarya mengadakan Muslim Fashion Festival atau MUFFEST + 2022 dengan tema ‘Muslim Fashion, Muslim Lifestyle’ di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, Jakarta Selatan pada 21 sampai 23 April 2022.
Di tahun ini, MUFFEST akan memberikan tawaran baru dengan mengedepankan kolaborasi tiga sektor industri halal yaitu fesyen muslim, kuliner, dan pariwisata. Ketiga sektor itu berpotensi besar memperluas jaringan di dalam dan luar negeri dalam mempercepat geliat kebangkitan industri fesyen muslim Indonesia.
Kegiatan ini merupakan salah satu acara tahunan terbesar yang diinisiasi oleh IFC sejak 2016. MUFFEST diadakan untuk mengapresiasi dan mengembangkan industri fesyen muslim di Indonesia.
MUFFEST+ 2022 akan menghadirkan rangkaian acara berupa fashion show, trade-expo, konferensi, program internasional, dan fashion competition. Dengan menggandeng 275 peserta pameran, MUFFEST+ 2022 menargetkan akan mendatangkan lebih dari 30.000 pengunjung.
