Dorong Industri Pariwisata, PUPR Selesaikan Revitalisasi Bangunan Cagar Budaya Indonesia
BUMNINC.COM I Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menuntaskan revitalisasi kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG), berupa perbaikan rumah gadang sebagai Kawasan Cagar Budaya rumah adat khas Minang. Dukungan infrastruktur pariwisata tersebut diharapkan dapat mendorong kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Inti perbaikan kawasan pusaka SRG tersebut adalah pemugaran rumah gadang dengan melibatkan tukang-tukang tuo yang memiliki keahlian membangun dan membuat ornamen bangunan seperti ukir-ukiran.
“Keahlian ini perlu terus dipelihara. Sehingga kegiatan pemugaran dapat menjadi pengalaman berharga bagi masyarakat setempat dalam memelihara tradisi dan keahlian unik ini,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya, Senin (14/12).
Lebih lanjut, PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat, Ditjen Cipta Karya juga sudah membuat program revitalisasi kawasan tersebut.
Dari total rencana 33 Rumah Gadang yang dipugar, sejak 2019 hingga saat ini, sebanyak 28 Rumah Gadang sudah dikerjakan dengan progres 80% dan ditargetkan selesai akhir Desember 2020 dengan anggaran Rp 69,7 miliar.
Revitalisasi Kawasan SRG tersebut meliputi pemugaran rumah gadang, pembangunan menara songket, bangunan pusat informasi dan kios souvenir, panggung dan ruang terbuka hijau serta pekerjaan mechanical, electrical, and plumbing (MEP) kawasan. Kawasan SRG dengan luas 26,3 hektare ini memiliki aset budaya luar biasa yang terdiri dari ratusan benda cagar budaya seperti Rumah Gadang, Masjid, Surau dan Makam berumur ratusan tahun yang posisinya berkelompok.
Selain itu, PUPR pun telah menyelesaikan pembangunan Gerbang Klangon Borobudur.
“Dalam tatanan normal baru akibat Pandemi Covid-19, pemerintah meyakini sektor ekonomi utama yang dapat rebound dengan cepat adalah pariwisata,” ujar Basuki.
Basuki menjelaskan bahwa Kementerian PUPR membangun 4 gerbang sebagai penanda masuk melalui 4 koridor utama menuju Candi Borobudur, yakni Gerbang Klangon dari arah Kulon Progo, Gerbang Blondo sebagai pintu masuk dari arah Semarang, Gerbang Palbapang dari arah Yogyakarta, dan Gerbang Kembanglimus dari arah Purworejo.
Progres pembangunan Gerbang Klangon di Jalan Nanggulan Mendut, Karang Reso, Kecamatan Kali Bawang, Kabupaten Kulon Progo saat ini sudah 100% dengan penataan meliputi pembangunan pusat informasi wisata dan sculpture Klangon, pusat kuliner, kios oleh-oleh, mushola, deck view point, area parkir, Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPST), dan toilet.
Termasuk penataan pedestrian/trotoar, drainase, street furniture, dan lansekap di jalur eksisting serta dibangun relief dari batu sebagai ikon Gerbang Klangon dengan tema Samudraraksa, yang merupakan salah satu kapal kayu bercadik khas Nusantara dengan mempresentasikan kebudayaan bahari purbakala.
Bukan hanya itu, melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Daerah Istimewa Yogyakarta Ditjen Cipta Karya, PUPR juga mendesain Gerbang Klangon sebagai titik peristirahatan wisatawan yang memulai perjalanan dari Bandara Yogyakarta International Airport menuju Candi Borobudur dengan anggaran Rp 23,1 miliar di tahun 2020.
“Di sini ada juga spot tempat foto-foto yang akan bisa melihat Gunung Merapi, Merbabu, Menoreh, dan sebagainya,” ujar Basuki.
