Ekonom Menilai Restrukturisasi Keuangan BUMN Karya Perlu Dilakukan
Dia menjelaskan restrukturisasi keuangan bisa membantu sebuah perusahaan dalam memperbaiki finansial perusahaan, seperti melalui perpanjangan tenor utang, penurunan suku bunga utang, pemotongan pokok utang, hingga opsi konversi utama menjadi sebuah ekuitas.
Namun, lanjut dia, berbagai jalan yang ditempuh itu perlu dilakukan secara tepat agar hasil yang diharapkan bisa tercapai.
“Oleh karena itu, saya pikir sebuah tim menjadi penting untuk disediakan untuk kemudian memaksimalkan proses dari restrukturisasi finansial beberapa BUMN ini,” kata Yusuf.
Yusuf menegaskan proses restrukturisasi keuangan BUMN karya tidak boleh gagal karena akan memberikan dampak, baik ke perusahaan, obligor, kreditur, maupun vendor.
Bagi obligor, misalnya, kegagalan restrukturisasi dapat menjadi preseden buruk ketika perusahaan tidak bisa membayar utang pada jangka waktu yang sudah ditentukan.
Sementara kreditur akan merugi jika restrukturisasi tidak dilakukan, karena mereka tidak dapat menagih utang sesuai tingkat jatuh tempo yang sudah disepakati sebelumnya.
Yusuf menambahkan persoalan BUMN karya merupakan isu strategis yang perlu dicari solusinya secara bersama, karena ke depan pembangunan infrastruktur masih akan membutuhkan pembiayaan yang sangat besar.
“Dan kegagalan dalam membayar utang jatuh tempo oleh BUMN karya saya pikir bisa menjadi tantangan lain dalam upaya mengejar atau mencari sumber pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur,” katanya.


