Ekspansi Kilang Cilacap Pertamina dari Produksi Minyak Sampai Produksi Obat
Selain itu sisi strategis kilang Cilacap nampak jelas dari kontribusinya dalam mengurangi impor BBM senilai Rp10 triliun per tahun, meningkatkan produk domestik bruto (PDB) sebesar 0,12 persen, menghasilkan produk ramah lingkungan dengan nilai oktan RON 92 dan standar Euro IV, serta memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 41,52 persen atau melampaui target 30 persen dari Pemerintah.
Menurut sejarahnya, Kilang minyak I Cilacap yang bernama Fuel Oil Complex (FOC) I didirikan pada 1974 dan diresmikan dua tahun kemudian.
Selanjutnya pada tahun 2011, kilang Cilacap membangun fasilitas Residual Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) yang diresmikan pada 2015.
RFCC merupakan unit kilang yang memanfaatkan teknologi katalis untuk mengonversi minyak berat atau residu, baik atmosferik maupun vacuum residue oil menjadi produk lebih bernilai, terutama gasoline dan beberapa produk lain seperti LPG dan propylene/propilena.
RFCC inilah yang mampu mengangkat total kapasitas produksi sebesar 17,8 persen hingga mencapai 348 ribu barel per hari.
