Industri Baterai Kendaraan Listrik Dimulai Juli, Berpotensi Tingkatkan PDB Miliaran Dolar
BUMNINC.COM I Pemerintah saat ini sedang mendorong pengembangan industri baterai mobil listrik di dalam negeri. Hal ini diharapkan bakal berdampak pada perekonomian nasional melalui peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar USD 25 miliar per tahun.
Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik (Electric Vehicle/ EV Battery) Agus Tjahjana Wirakusumah menyebut, kontribusi pengembangan industri tersebut juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.
“Akan ada 23 ribu tenaga kerja yang terserap, dan kita bisa saving USD 9 miliar,” ujarnya dalam webinar berjudul Prospek dan Tantangan Industri Baterai Nasional yang digelar Universitas Indonesia hari ini, Kamis, 24 Juni 2021.
Seperti diketahui, pabrik baterai sel (cell battery) kendaraan atau mobil listrik akan mulai dibangun Juli atau selambat-lambatnya pada Agustus 2021. Produksi ditargetkan mulai pada 2023. Proyek tersebut digarap oleh konsorsium yang terdiri dari LG Energy Solution, LG Chem, LG International, POSCO dan Huayou Holding.
Agus menyampaikan jika berbagai negara memberikan insentif luar biasa kepada perkembangan kendaraan listrik berbasis baterai. Bahkan di beberapa negara memberi uang tunai kepada pembeli kendaraan listrik berbasis baterai itu seperti Norwegia dan Tiongkok.
“Bahkan beberapa negara mengatakan agar kendaraan mesin pembakaran internal (ICE) jangan ada dijual lagi. Di Belanda 2030, di Norwegia si 2025 dan lain sebagainya,” kata Komisaris Utama PT Industri Baterai Indonesia itu.
Agus mengatakan, atas dasar itu, maka permintaan kendaraan listrik berbasis baterai akan tumbuh. Bahkan diperkirakan pada 2040, kendaraan listrik berbasis baterai ini akan menguasai pangsa pasar kendaraan sekitar 57% menggantikan kendaraan ICE yang hanya sekitar 43%.
Karena itu, kata Agus, maka permintaan baterai juga akan meningkat. Untuk pembuatan baterai akan diperlukan nikel, mangan, kobalt dan lain sebagainya. Komponen nikel untuk baterai mencapai 60% dan 35% dari total harga kendaraan listrik berbasis baterai adalah harga baterai itu.
