Inspirasi Bisnis: Rendang Nantulang Meisya Siregar, Menuai Rezeki di Tengah Pandemi

Blessing in Pandemic
Sementara sektor usaha lain kalang kabut akibat pandemi COVID-19, Rendang Nantulang besutan Meisya justru mendulang rezeki. Terbukti saat Idul Fitri 1441 Hijriah Maret lalu, disaat pandemi sedang heboh-hebohnya, Rendang Nantulang kebanjiran pesanan.
“Lebaran tahun ini produksi rendang kami sampai 600 kilogram, naik dibanding tahun sebelumnya yang hanya kira-kira 450 kilogram,” jelas Meisya.
Menurut Meisya penyebabnya, karena kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat banyak orang patuh di rumah dan memilih memesan makanan secara daring. “Blessing in disguise saat pandemi karena bisnis kami naik berkat permintaan orang untuk stok makanan di rumah makin tinggi,” jelas Meisya.
Rendang Nantulang milik Meisya menggunakan daging sapi impor dari Australia. Di luar hari raya Idul Fitri, rata-rata rendang Nantulang memproduksi 80 kilogram daging rendang dalam seminggu dan mencapai 200 kilogram dalam sebulan. “Untuk produksi dalam seminggu kami masak dua kali,” imbuhnya.
