Jajaran Direksi LPI Resmi Diumumkan Jokowi
Pemerintah telah memutuskan untuk menaruh modal awal untuk Sovereign Wealth Fund (SWF) sebesar Rp 75 triliun, di mana Rp 15 triliun berasal dari APBN 2020 dan sisanya Rp 60 triliun akan dilakukan dengan inbreng saham.
“Pemerintah telah membentuk Sovereign Wealth Fund atau Indonesia Investment Authority (INA) dengan modal Rp 75 triliun dan sudah disetor Rp 15 triliun dan sisanya dilakukan semacam inbreng saham BUMN,” jelas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa (26/1/2021).
Inbreng saham adalah transaksi pemasukan harta yang tidak dalam bentuk uang tunai dalam penyertaan modal, yang bisa juga berupa aktiva di antaranya tanah, bangunan, dan aset lainnya.
Airlangga mengklaim, pemerintah telah menemui 50 investor global untuk menjaring investasi yang bisa dikelola melalui INA. Beberapa letter of interest dari berbagai negara juga dikatakan sudah dikantongi pemerintah.
“Kami sudah mendapatkan letter of interest dari US DFC, JBIC dan juga ADIA dari United Arab Emirates,” tuturnya.
Dalam tahap komersial, sambung Airlangga nantinya LPI akan memiliki dua jenis pendanaan yakni master fund dan thematic fund.[]




