Jalan Panjang Indonesia Menuju Transformasi Digital
BUMNINC.COM I Global Inovasi Indeks atau Global Innovation Index (GII), yakni peringkat ekonomi dunia berdasarkan kemampuan inovasi negara tersebut, pada 2020 menempatkan Indonesia pada peringkat 80 atau berada di bawah negara seperti Singapura dan Thailand.
Dalam ‘Webinar Outlook Perekonomian Indonesia 2021’ yang diadakan Forum Diskusi Salemba pada Sabtu (30/1/2021), Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia (Menristek/Kepala BRIN), Bambang Brodjonegoro menjelaskan, setidaknya ada tiga faktor utama mengapa Indonesia tertinggal dalam hal inovasi.
Pertama institusi atau kelembagaan di Indonesia belum mendukung inovasi teknologi. Kedua, sumber daya manusia dan kualitas riset di Tanah Air belum bisa melahirkan inovasi yang kompetitif. Ketiga, tingkat kecanggihan di Indonesia belum mampu mendukung iklim inovasi yang kondusif.
Padahal di masa depan, inovasi teknologi ini penting untuk mempercepat pemulihan ekonomi 2021 sekaligus membantu mengatasi pandemi COVID-19.
“Kita harus mendorong inovasi dari sekarang ke masa depan. Apalagi perkembangan ekonomi dan teknologi sekarang menjurus ke less contact economy (ekonomi minim kontak). Ini bukan semata demi menjalankan protokol kesehatan karena pandemi, tapi karena transformasi digital,” ujar Bambang.

