Jamkrindo Bantu Pemberdayaan Ekonomi Petani Kopi di Garut
Toto Pranoto menjelaskan bahwa dari sivitas akademisi memandang program penguatan ekonomi desa berkelanjutan ini sangat penting sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat. “Kami di UI juga memiliki program-program pemberdayaan masyarakat. Sebab itu, UI mengapresiasi kemitraan antara Jamkrindo, Salarea Foudation, Ansor dan pihak pihak lainnya, karena memiliki jaringan cukup baik di akar rumput. Sehingga, yang paling memungkinkan untuk menjalankan program pemberdayaan ini,” jelasanya.
Terkait program pemberdayaan masyarakat, UI memiliki cukup banyak SDM yang dapat membantu dalam manajerial kemitraan, untuk meningkatkan kapasitas masyarakat. Harapannya, tidak hanya bisa mengerek nilai tambah di hulu saja, tapi sampai ke sisi hilirnya,” imbuh Toto.
Johan J Anwari, menyebutkan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, memiliki program perhutanan sosial untuk pemberdayaan masyarakat. “Sayang, program ini kurang tersosialisasikan. Nah, teman-teman di Salarea Foundation dan Ansor juga bisa mengakses program perhutanan sosial tersebut untuk memanfaatkan lahan hutan bagi aktivitas ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Politisi PKB itu berharap, dengan wilayah Cibatu yang luas, apalagi se-Garut, maka pengembangan demplot kopi satu hektare dinilai masih perlu ditambah karena porsinya kecil. Tujuannya, agar manfaat yang dirasakan oleh masyarakat menjadi signifikan.
