Kilang Pertamina Plaju, Tetap Perkasa di Usia Lebih dari Seabad
BUMNINC.COM I Pertamina Refinery Unit (RU) III Plaju merupakan kilang tertua di Indonesia. Meskipun usianya sudah lebih dari 100 tahun, tapi kilang ini memiliki peran sebagai salah satu tiang ketahanan energi nasional yang kian eksis di era digital saat ini.
General Manager RU III Plaju, Moh. Hasan Efendi menegaskan, keandalan kilang tak perlu diragukan. Pasalnya kilang ini telah melakukan berbagai inovasi dan pengembangan tersebut membuat kilang tertua ini mencapai optimalisasi tertinggi dengan mengikuti perkembangan teknologi saat ini.
Hal itu terbukti dari produk-produk berkualitas yang dihasilkan dan pencapaian 102,7 juta jam aman. “Kita sudah bisa menghasilkan Pertamax dan produk lainnya yang bermacam-macam, termasuk produk unggulan Biosolar B30, Polytam, Musicool, HAP dan Breezon MC-32,” jelas Hasan.
Ia juga menambahkan, walaupun di tengah kondisi yang lesu karena pandemi, namun di tahun 2020 pihaknya bisa membukukan keuntungan yang signifikan dan tidak kalah dengan kilang lainnya.
Di usia yang lebih dari seabad Kilang Plaju Pertamina ini tetap istimewa dan memiliki sejumlah keunggulan seperti berikut:
- Mengembangkan Green Refinery
Pertamina RU III Plaju dipercaya pemerintah untuk mengembangkan bahan bakar nabati berbasis Crude Palm Oil (CPO) atau kelapa sawit yang merupakan bahan bakar lebih ramah lingkungan melalui Project Green Refinery.
Pengembangan ini mendukung bauran energi nasional dan target kemandirian energi nasional dengan memperluas penggunaan energi terbarukan yang berkelanjutan.
Selain itu, dikarenakan kondisi ketersediaan bahan baku minyak mentah fosil yang semakin turun, terutama di Sumatera Bagian Selatan, sehingga mendorong Pertamina RU III Plaju untuk mencari alternatif sumber bahan baku energi baru dari CPO yang cukup melimpah.
Hasan menambahkan bahwa rencana pengembangan Green Refinery ditargetkan beroperasi pada tahun 2024 dengan kapasitas 20 MBSD (Thousand barel per steam day) dan akan menghasilkan produk-produk ramah lingkungan, diantaranya Green Diesel, Green Avtur, Green Naphtha, dan Green Liquid Petroleum Gas (LPG).
- Berhasil Mengolah Premium dari Minyak Kelapa Sawit
Pertamina RU III Plaju berhasil mengolah bahan bakar minyak (BBM) berjenis Premium dengan campuran minyak kelapa sawit berjenis refined, bleached, and deodorized palm oil (RBDPO) yaitu CPO yang telah diproses lebih lanjut sehingga dapat menghilangkan getah, impurities, dan baunya.
“Kita sudah bisa mengolah minyak kelapa sawit menjadi Premium. Komposisinya tidak full, jadi 15 persen dari minyak kelapa sawit RBDPO yang turunan dari CPO dan 85 persen minyak mentah, tapi keluarnya jadi satu Premium,” tutur Hasan.
- Berinovasi Hasilkan Produk Unggulan Breezon MC-32 dan Avtur Reborn
Breezon MC-32 dan Avtur Reborn merupakan wujud inovasi berkelanjutan yang diinisiasi oleh para pekerja Pertamina RU III Plaju.
Sebelumnya, Pertamina RU III Plaju telah meluncurkan produk refrigeran baru, yaitu Breezon MC-32. Produk ini sebagai bentuk inovasi dalam menjawab perkembangan teknologi penggunaan refrigeran sintetis pada mesin pendingin yang saat ini telah bergeser dari R22 menjadi R32 yang berbahan dasar propylene.
Melalui upaya itu, Pertamina RU III Plaju berhasil memproduksi Avtur kembali sejak bulan April 2020 dengan capaian kapasitas produksi 10.000 kilo liter per bulan untuk memenuhi kebutuhan energi transportasi udara di Sumatera Bagian Selatan.
- Bijih Plastik Polytam Sumbang Margin Tertinggi
Selain memproduksi BBM, Pertamina RU III Plaju juga memproduksi Polytam yang merupakan bijih plastik berjenis polypropylene sebagai bahan baku pembuatan plastik di industri kemasan makanan dan minuman yang mempunyai kualitas tinggi, lebih tahan panas, dan oksidasi, serta memiliki warna yang lebih putih. []
