Menteri ESDM Tekankan Pentingnya Pengembangan Komoditas Mineral
Selain nikel, Arifin juga mencontohkan komoditas bauksit jika dikembangkan menjadi alumina, nilai tambahnya bisa menjadi 8 kali lipat. Apalagi Indonesia termasuk 10 besar yang memiliki cadangan bauksit di dunia.
“Kemudian bauksit juga, kalau bauksit menjadi alumina itu nilainya 8 kali lipat. Kalau dari alumina menjadi aluminium ini menjadi 15 kali lipat. Bauksit kita ini juga termasuk 10 besar, kalau tidak dikelola dengan baik ya kita kehabisan dan akhirnya kita akan menjadi importir,” kata Arifin.
Ia mengatakan masih banyak komoditas lainnya dapat dikembangkan yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Masih banyak industri-industri turunan di bawahnya yang harus dikembangkan. Ini yang menjadi tantangan kita semua bagaimana industri-industri di bawahnya itu bisa kita tumbuh kembangkan. Untuk itu, perlu daya tarik investasi di dalam negeri kita, kita harus menciptakan daya tarik investasi yang kompetitif dibandingkan tempat lain. Contohnya kita dengan Vietnam, kita juga bersaing tetapi kita memiliki kelebihan sumber daya alam yang tidak dimiliki oleh mereka,” ujar Arifin.
