Menyerah Pada Pandemi Puluhan Hotel di Bali Dijual, Pengusaha Berharap Pinjaman Lunak Pemerintah
Ia menjelaskan, saat pandemi, tingkat okupansi hotel berkisar lima hingga tujuh persen. Jumlah itu tak bisa menutupi biaya operasional. Sehingga sebagian besar memilih menutup usahanya dan sebagian lagi menjual aset.
Suryawijaya berharap, pemerintah pusat segera merealisasikan pinjaman lunak dengan bunga rendah dan tenor panjang kepada sejumlah pengusaha di Bali.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa mengaku, belum memiliki data rinci berapa hotel yang dijual di Bali. Namun, penjualan hotel itu terjadi sejak sebelum pandemi.
“Karena ada banyak hotel dibangun dengan dana loan, jika income tidak bisa membayar bunga dan pokok dari pinjaman tentu salah satu solusi adalah menjual properti tersebut jika tidak ada solusi lainnya,” jelasnya.
