MRT Akuisisi KAI Commuter, Moda Transportasi Akan Terintegrasi Layanannya Pada 2022
Wili menegaskan berani menyampaikan bahwa Maret 2022 akan terjadi integrasi layanan dan integrasi tiket angkutan umum. Dia menegaskan integrasi tersebut akan mencakup kereta bandara, MRT, dan KCI. Adapun integrasi tiket ditambah dua moda lainnya yakni Transjakarta dan LRT.
“Pada 2020 terbentuk anak usaha, 2021 proses akuisisi saham KCI oleh MRT, ada JV terintegrasi pengembangan kawasan transit oriented development (TOD) juga. Tanah Abang, Pasar Senen berubah, Djuanda dan Sudirman mulai berubah, karena sudah mulai integrasi secara korporasi,” katanya.
Dia melanjutkan rencana akuisisi PT Kereta Commuterline Indonesia (KAI Commuter) dari PT KAI belum dapat disampaikan nilainya. Namun, dari sisi modal akan memanfaatkan pinjaman Pemprov DKI Jakarta kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dalam rangka program pemulihan ekonomi nasional (PEN) senilai Rp1,7 triliun.
Hasilnya, nanti PT MRT Jakarta akan memiliki 51 persen saham KAI Commuter dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar 49 persen. Langkah ini dianggap dapat memudahkan operasional KRL Jabodetabek ketika berintegrasi dengan MRT. Adapun saat ini pemegang saham PT KCI adalah PT KAI sebesar 99,78 persen dan Yayasan Pusaka 0,22 persen.[]
