Pengamat: Kenaikan Harga BBM Tuk Menyehatkan Fiskal Negara
BUMNINC.COM I Direktur Eksekutif Center for Energy Policy, M Kholid Syeirazi menyatakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) merupakan kebijakan yang sulit dihindari pemerintah, ketika harga minyak dunia terus berada dikisaran 100 dolar AS per barel seperti saat ini.
“Kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi ini adalah ‘pil pahit’ yang harus kita telan untuk kesehatan fiskal negara,” ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.
Dalam Kajian Strategis Ekonomi Nasional bertajuk “Alokasi Anggaran dan Komoditas BBM Untuk Hajat Rakyat, Telaah Kritis dan Obyektif Kenaikan Harga” yang digelar Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) , Kholid menyatakan masyarakat khususnya mahasiswa masih terjebak pada opini populis dalam menyikapi kenaikan harga BBM.
Sehingga, lanjutnya, cenderung mengabaikan fakta obyektif kondisi keuangan negara, nilai tukar rupiah, dan krisis energi global.
Menurut dia, konflik antara Rusia dan Ukraina telah membuat produksi dan pasokan minyak mentah dari kedua negara terhambat, sehingga terjadi kenaikan harga minyak dunia.
