Pengangguran Tembus 30 Juta, Ekonom Ingatkan Jokowi
BUMNINC.COM I Ekonom senior Institute for Develompent of Economics and Finance (INDEF) Didik J Rachbini mengingatkan Presiden Joko Widodo soal angka pengangguran di Indonesia yang terus meningkat, bahkan tembus 30 juta orang. Salah satu penyebabnya, kata dia, adalah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.
Kemudian, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) itu lantas menjabarkan, dua kategori pengangguran yang ada saat ini. Pertama, pengangguran terbuka atau warga Indonesia yang sama sekali tidak bekerja, yang jumlah kenaikannya cukup pesat.
“Dengan adanya Covid ini pengangguran itu bertumbuh dari sekitar 7 juta menjadi 10 (juta) hampir 11 juta orang. Jadi 3-4 juta meningkat. Itu pengangguran terbuka,” katanya dalam wawancara di saluran Youtube Bravos Radio Indonesia, dikutip Rabu (22/4/21).
Ddidik menjelaskan kategori pengangguran yang kedua yaitu pengangguran terselubung. Di mana, pengangguran terselubung ini dia definisikan sebagai orang-orang yang tidak sepenuhnya menganggur. Tapi masih bekerja beberapa jam dalam kurun waktu satu pekan lamanya.
“Orang-orang yang dalam survei satu minggu yang lalu (ditanya), `kamu bekerja enggak?` Bekerja. `Seminggu berapa jam?` Dua jam tiga jam. Itu pengangguran terselubung,” ucap Didik.
“Jumlahnya dua kali lipat. Jadi pengangguran terbuka dan terselubung itu hampir 30 juta, 29 juta sekian. Jadi jumlahnya besar dan masif,” sambungnya.
Karena itu, Ketua Dewan Pengurus Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) ini meminta negara, dalam hal ini pemerintahan Presiden Joko Widodo, untuk memberikan kebijakan yang serius membantu dan memperbaiki keadaan ekonomi masyarakat.
