Pertamina Gelar Operasi Pasar Pastikan Ketersediaan Gas Bersubsidi
“Saat operasi pasar pada 8, 9, 14, 15, 15 Juni lalu, kami telah menyalurkan LPG 3 kg sebanyak 19.900 tabung di Kota Bukittinggi dan 14.280 tabung di Kabupaten Agam. Operasi pasar ini bertujuan untuk memberi akses yang lebih mudah kepada masyarakat dalam mendapatkan LPG 3 kg sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET),” katanya.
Ia menyebutkan realisasi elpiji 3 kg hingga 12 Juni 2023 mencapai 59.974 metrik ton (MT) dan kuota year to date 12 Juni sejumlah 55.925 MT.
“Jika dibandingkan antara penyaluran LPG 3 kg dengan kuota year to date 12 Juni 2023 maka penyaluran telah melebihi kuota sekitar tujuh persen di Sumbar,” kata dia.
Ia mengimbau masyarakat yang mampu secara ekonomi untuk membeli produk-produk nonsubsidi, sehingga LPG 3 kg dapat tersalurkan secara tepat sasaran.
Satria juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama memantau pemakaian LPG subsidi dan tidak menimbun LPG 3 kg tersebut.
“Bagi sektor kuliner restoran dengan kelas menengah ke atas, peternakan ayam, perkebunan, hingga rumah tangga mampu silakan gunakan LPG non subsidi Bright Gas 5,5 kg atau 12 kg yang tersedia di gerai-gerai terdekat,” kata Satria.
Ia mengakui dalam dua pekan belakangan ini banyak menerima laporan terkait kelangkaan LPG 3 kg dan hal tersebut sudah direspons oleh Pertamina Patra Niaga, Hiswana, dan juga stakeholders terkait dengan melakukan operasi pasar.
Menurut dia dengan operasi pasar ini, beberapa wilayah seperti yang disebutkan di atas sudah berangsur kondusif. Namun apabila setelah operasi pasar masih ditemukan laporan kesulitan mendapatkan LPG 3 kg, pihaknya meminta aparat penegak hukum menindak jika di lapangan ditemukan penimbun yang memanfaatkan situasi ini.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah setempat dan harapannya pemerintah setempat dapat melakukan pengawasan ke sektor-sektor usaha yang masih menggunakan LPG 3 kg contohnya restoran dan peternakan,” kata dia.
