Peserta Kartu Prakerja Capai 5,9 juta orang, Program Berlanjut Tahun Depan
Dari beberapa provinsi yang menerima Program Kartu Prakerja, penerima terbanyak adalah Jawa Barat, kemudian Jawa Timur, kemudian disusul DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Sedangkan yang paling sedikit adalah Papua Barat, Papua, Maluku Utara, dan Kalimantan Utara.
Sementara itu, berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) tentang pelaksanaan program kartu Prakerja pada Agustus lalu menunjukkan sebanyak 66,47 persen peserta Prakerja ternyata berstatus sudah bekerja.
Namun demikian, menurut Kepala BPS, Suhariyanto, para pekerja tersebut pendapatannya menurun lantaran sebanyak 36 persen dari pekerja tersebut jumlah jam kerjanya kurang dari 35 jam dalam sepekan.
“Jangan dibayangkan bahwa mereka (yang bekerja) income-nya cukup. Karena dalam kelompok yang bekerja ini 63 persennya bekerja penuh, sisanya 36 persen tidak penuh,” jelasnya.
Lebih lanjut Susiwijono menegaskan, pemerintah akan melanjutkan program Kartu Prakerja pada 2021. Penerima program pada 2020 tidak akan menjadi penerima di 2021, ini dilakukan demi pemerataan bagi seluruh angkatan kerja.
“Untuk itu saya mengimbau kepada para penerima Kartu Prakerja agar menggunakan saldo bantuan pelatihan semaksimal mungkin. Selain itu, saya mendorong bagi penerima yang belum menyelesaikan pelatihan yang pertama, agar segera menyelesaikan pelatihannya karena apabila tidak diselesaikan sebelum tanggal 15 Desember 2020, maka insentif sebesar Rp2,4 juta tidak dapat diterima,” jelasnya. []
