Proyek Tol Probowangi Masih Dibayangi Pembebasan Lahan
BUMNINC.COM | Proyek Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) belum bisa dibangun meski sudah melampaui terget mulai pembangunan sekitar Oktober-November 2020.
PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi, anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk, selaku badan usaha jalan tol (BUJT) sudah siap memulai pekerjaan konstruksi Tol Probowangi.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan, setidaknya ada tiga kendala utama yang dihadapi BUJT.
Pertama adalah alokasi dana pembebasan lahan yang menjadi kendala utama terhambatnya konstruksi fisik Tol Probowangi.
“Kendala kedua adalah perubahan forecast trafik atau arus lalu lintas,” ujarnya dikutip dari Komascom, Senin (12/04/2021).
Sementara kenaikan biaya konstruksi yang dipicu permintaan untuk penanganan khusus di Taman Nasional Baluran, menjadi kendala ketiga.
Awalnya, biaya konstruksi tol sepanjang 171,56 kilometer ini diestimasikan Rp 23,3 triliun. Namun demikian, menurut Danang, saat ini para ahli satwa sedang melakukan penelitian mengenai pergerakan endangered specied supaya dapat dilakukan mitigasi risiko yang sesuai.
Jalan Tol Probowangi terbagi menjadi tiga seksi. Seksi 1 Probolinggo-Besuki (29,6 kilometer), Seksi 2 Besuki-Bajulmati (110,875 kilometer), dan Seksi 3 Bajulmati-Ketapang (31,041 kilometer).
