PT Jamkrindo Resmikan Rumah Sampah di Garut
Menurut Cecep, rumah sampah di Cikoang menjadi induk dari dari dua cabang rumah sampah di Loji dan Pasir Waru. Artinya, semua manajemen dan pengolahan dikoordinasikan oleh rumah sampah induk. “Kami berharap, dari tiga bank sampah ini bisa berkembang ke beberapa wilayah-wilayah lainnya di Garut, terutama yang menghadapi problem penanganan sampah liar,” jelasnya.
Untuk menopang operasional rumah sampah, Salarea Foundation telah mendirikan simpul-simpul relawan MPL antara lain MPL Loji, MPL Pasir Waru, dan MPL Kampung Warung, yang mencakup area kerja di tiga kecamatan. Kini, terdapat 75 relawan sampah yang terkonsentrasi di tiga simpul MPL tersebut. MPL juga memproduksi paving block dari sampah plastik yang tidak bisa didaur ulang.
“Dengan semangat peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, kami berharap kerja-kerja pemberdayaan dalam konteks lingkungan ini terus berkembang secara berkesinambungan lewat kolaborasi unsur organisasi penggiat lingkungan, masyarakat dan pihak korporasi (swasta dan BUMN), juga pemerintahan. Sehingga, akan semakin banyak tumbuh simpul-simpul kelompok peduli lingkungan,” harap Cecep.
Yoni Nugraha, Kepala Desa Pasir Waru mengaku, bangga dengan kehadiran rumah sampah dan aktivitas MPL Pasir Waru, karena berdampak posotif terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. “Saya sebagai warga Kampung Ikar, Pasir Waru, merasa bangga dengan adanya rumah sampah ini. Karena yang tadinya sampah di Kampung Ikar ini berserakan dan kurang disiplinnya masyarakat terhadap lingkungan. Alhamdulillah, sekarang sampah telah dikelola dan ditampung di rumah sampah,” tuturnya saat meninjau rumah sampah di MPL Pasir Waru.