Puan Tekankan Pembahasan 9 RUU Tak Terganggu Agenda Pemilu 2024
Dalam menjalankan fungsi pengawasan, Puan menjelaskan sejumlah isu yang akan menjadi perhatian perhatian alat kelengkapan dewan (AKD) di DPR pada Masa Persidangan II Tahun Sidang 2023-2024, di antaranya krisis pangan yang disebabkan lonjakan harga pangan.
Kemudian, perubahan iklim yang berdampak pada kekeringan dan kemarau panjang, serta krisis air bersih di berbagai daerah; kenaikan harga minyak akibat kenaikan harga minyak dunia akibat memanas-nya konflik di Timur Tengah; kasus kekerasan dan perundungan (bullying) yang terjadi di lingkungan sekolah.
Lalu, kasus cacar monyet (monkeypox) yang terus bertambah; pembiayaan UMKM melalui fintech lending landing peer to peer (P2P) atau pinjaman daring; dugaan penyalahgunaan dana pensiun di beberapa BUMN; dan kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) rate.
“DPR RI akan mendorong kementerian dan lembaga untuk bekerja responsif terukur berorientasi menyelesaikan masalah sehingga rakyat merasakan kehadiran pemerintah dalam melindungi rakyat mempermudah kehidupan rakyat dan mensejahterakan rakyat,” ujar Puan.
Selain Puan, tampak hadir pula para Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel, Lodewijk F. Paulus, dan Sufmi Dasco Ahmad.
Berdasarkan laporan dari Sekretariat Jenderal DPR RI, rapat paripurna tersebut dihadiri oleh 154 anggota dewan secara fisik dan 140 anggota dewan lainnya menyatakan izin.
