Rachmat Gobel: APBN 2023 harus pacu ekonomi berkualitas
Lebih jauh anggota DPR dari Partai NasDem ini mengatakan pada era persaingan global saat ini yang akan menang adalah negara dengan daya dukung ekonomi nasional yang kuat dan yang memiliki kualitas SDM yang kompetitif. Untuk itu, ia meminta menteri pendidikan dan kebudayaan lebih fokus pada pembangunan manusia bukan proyek fisik dan ganti-ganti sistem pendidikan.
Ekonomi nasional yang kuat, katanya, bukan terletak pada kekayaan alam yang melimpah, jumlah penduduk yang besar, atau wilayah yang luas. Tapi pada kemampuan menguasai pasar dalam negeri dengan produk-produk yang diproduksi sendiri.
“Karena di balik itu ada manusia-manusia yang berkualitas,” katanya. Sedangkan negeri yang hanya mengandalkan kekayaan alamnya belaka, akan berpikir jangka pendek, menggali dan menebang untuk kemudian menjual.
“Biasanya, pasangan ekonomi seperti itu adalah cuma mengimpor dan menjual. Tak butuh kecanggihan apapun. Ekonomi yang semacam ini tak menghasilkan peradaban. Hanya menghasilkan orang-orang kaya yang tercerabut dari akar bangsanya sendiri. Indonesia tak didirikan untuk menjadi negeri dan bangsa semacam itu,” kata dia.
Mantan Menteri Perdagangan itu juga menyoroti pembangunan infrastruktur yang masih impor barang-barang yang justru sudah bisa diproduksi di dalam negeri.Pembangunan, katanya, justru harus memperkuat industri dalam negeri.
Hal itu dia kritisi karena pada 2021 impor baja naik 22 persen dan proporsi baja impor pada tahun itu mencapai 43 persen. Berdasarkan data statistik, impor besi dan baja pada 2020 senilai 7,985 miliar dolar AS. Namun pada 2021 melonjak menjadi 11,957 miliar dollar AS. Sedangkan untuk barang elektronika melonjak menjadi 22,338 miliar dolar AS pada 2021, melonjak 17,4 persen dibanding 2020.
