Survei BPS Ungkap Pendapatan Petani Skala Kecil Rp5,23 Juta Per Tahun
Sebaran petani skala kecil tersebut cenderung homogen, namun khusus Pulau Jawa cukup timpang dengan persentase mencapai 20,08 persen di Jawa Timur, lalu 18,13 persen di Jawa Tengah, dan Jawa Barat 14,85 persen. Sedangkan sisanya hanya di bawah 3 persen.
Kemudian, lima provinsi dengan rata-rata produktivitas tenaga kerja petani skala kecil tertinggi adalah Riau dengan pendapatan Rp310.747 per hari kerja, lalu diikuti Jawa Tengah dengan Rp298.893, Lampung Rp297.295, Kalimantan Utara Rp286.096 serta Bengkulu dengan Rp270.930.
Sedangkan provinsi dengan rata-rata produktivitas tenaga kerja petani skala kecil terendah adalah Papua dengan Rp60.584, lalu Kalimantan Selatan dengan Rp 87.797, DKI Jakarta Rp105.385, Sulawesi Tengah Rp110.190 serta NTT Rp116.543.
Adapun untuk pendapatan bersih petani skala kecil tertinggi terdapat di Lampung dengan Rp7.973.787 per tahun, Bengkulu Rp7.916.390, dan Kalimantan Barat Rp7.527.884.
Lalu pendapatan tahunan terendah di NTB dengan Rp1.68.708, DKI Jakarta, Rp2.372.501, dan Gorontalo dengan pendapatan Rp2.738.305 per tahun.
“Banyak hal yang bisa dianalisis dari data ini, soal ketimpangan petani, distribusi pendapatan dan dikaitkan dengan gini rasio,” ujarnya pula
