Targetkan 29 Juta Usaha Ultra Mikro dapat Pembiayaan, Begini Rencana Sri Mulyani
BUMNINC.COM | Demi mendorong Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pemerintah setujui pembentukan holding ultra mikro.
Menteri Ekonomi, Sri Mulyani, memaparkan nantinya, holding ultra mikro ini terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Permodalan Nasional Madani (Persero), dan PT Pegadaian (Persero).
Rencana holding ultra mikro ini akan terbentuk melalui rights issue BRI yang sudah disetujui pemerintah. Negara akan mengambil bagian seluruhnya dengan cara mengalihkan seluruh saham seri B Negara pada PT PNM dan PT Pegadaian kepada perseroan.
Selan itu, Sri Mulyani menyampaikan, dalam penerapannya akan ada 5 proses penyertaan atau penyetoran saham negara struktur transaksi Holding Ultra Mikro.
Pertama, rights issue BRI dilakukan setelah mendapat arahan dari Komite Privatisasi dan rekomendasi dari Menteri Keuangan serta dikonsultasikan dengan DPR-RI. Hal ini diatur dalam PP 33 / 2005 tentang Tata Cara Privatisasi Perusahaan Perseroan.
Kedua, seluruh saham seri B Negara pada PT Pegadaian dan PT PNM akan disetorkan ke BRI dalam rangka partisipasi Pemerintah dalam rights issue emiten dengan kode saham BBRI tersebut.
Ketiga, penyertaan atau penyetoran seluruh saham seri B Negara pada PT Pegadaian dan PT PNM kepada PT BRI dilakukan sesuai PP 72/2016 tentang Tata Cara Penyertaan Modal Negara kepada BUMN.
Keempat, setelah transaksi rights issue, PT BRI akan memiliki seluruh saham seri B Pegadaian dan PNM, sedangkan Pemerintah RI masih memiliki 1 lembar saham seri A Dwiwarna padaPT Pegadaian dan PT PNM.
Kelima, nilai transaksi akan didasarkan pada hasil penilaian independen KJPP sesuai ketentuan pasar modal
Sri Mulyani menambahkan, holding ultra mikro dinilai dapat meningkatkan valuasi entitas melalui peningkatan profitabilitas dari BRI, Pegadaian, dan PMN, dan meningkatkan efisiensi bisnis melalui sinergi entitas dan tata kelola yang lebih baik.
Lebih lanjut, holding ultra mikro diyakini dapat mendorong penurunan Cost of Fund (CoF) yang bersumber dari dana murah segmen ultra mikro dan sumber pendanaan alternatif.
Dengan hal ini, ditargetkan sebanyak 29 juta usaha ultra mikro bisa mendapatkan fasilitas pembiayaan pada 2024 melalui pembentukan holding ultra mikro.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan holding ultra mikro perlu didorong agar bisa memberikan kemudahan akses layanan keuangan formal bagi holding ultra mikro yang saat ini memiliki sekitar 15 juta nasabah.
