Toto Pranoto: Dukungan Pemerintah Penting Supaya Garuda Bisa Survive
BUMNINC.COM I Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia Toto Pranoto menyampaikan, dukungan pemerintah sangat penting dalam renegosiasi yang dilakukan PT Garuda Indonesia dengan para lessor dan kreditor terkait utang Garuda.
Diketahui, perusahaan pelat merat tersebut kini sedang mengalami krisis keuangan akibat mismanagement di masa lalu dan diperparah dengan situasi pandemi Covid-19. Utang Garuda kini tercatat menembus angka Rp 138 triliun atau sekitar US$ 9,75 miliar.
Menurut Toto, dukungan dari pemerintah akan menguatkan bargaining position Garuda dalam melakukan renegosiasi dengan para kreditor dan lessor. Dukungan itu menjadi angin segar untuk meyakinkan mereka.
“Sepanjang ada dukungan pemerintah, ada semacam memberikan kepastian, itu akan memberikan keyakinan kepada kreditor dan lessor sehingga masih bisa memberikan relaksasi kepada Garuda. Kalau misalnya tidak ada dukungan semacam itu, anginya engga ada, itu sulit,” ujar Toto dalam Podcast Detik: Tanda Tanya Nasib Kepak Sayap Garuda, Jumat 12 November 2021.
Dewan Pakar BUMNINC.COM ini menjelaskan, Garuda bukan satu-satunya maskapai penerbangan yang kesulitan kondisi keuangan. Di masa pandemi Covid-19 ini, maskapai di seluruh dunia mengalami kondisi keuangan yang buruk. Hal itu juga dialami oleh Malaysia Airlines.
Namun, dalam kondisi itu, Malaysia Airlines mendapatkan dukungan dan jaminan dari pemerintah dalam mengawal program restrukturisasi hingga 2025. Dukungan ini membuat proses renegosiasi dengan kreditor dan lessor berjalan lebih cepat dan mencapai kesepakatan.
“Bahasa positif ini memudahkkan management Malaysia Airlines melakukan renegosiasi dengan kreditor dan lessor. Nah itu juga merupakan efek berita positif yaa. Kalau yang dikerjakan berita-beritanya negatif, misalnya tanda petik, akan dimunculkan Pelita Air sebagai altenatif pengganti Garuda , padahal ini negosiasi masih jalan dengan para kreditor, justru menurunkan bargaining position Garuda dalam proses renegosiasi dengan para Lessor dan Kreditor,” ujar Toto.
