Usaha Rintisan Bantu Ciptakan Ketahanan Pangan
BUMNINC.COM | Banyak cara mewujudkan proyek strategis nasional (PSN) pada aspek ketahanan pangan. Untuk mewujudkan adanya ketahanan pangan semua stakeholder dilibatkan pemerintah. Baik dari pihak swasta maupun melalui program pemerintah itu sendiri.
Presiden mengatakan, substitusi impor pangan sangat penting. Ada sejumlah komoditas yang dapat diproduksi di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri secara mandiri, seperti gula, kedelai, jagung, dan bawang putih.
”Saya mengajak para CEO untuk merancang kerja sama yang besar dengan petani,” ujarnya saat membuka Kompas100 CEO Forum 2021 bertema ”Let’s Collaborate: Rising in Pandemic Era” yang berlangsung secara luring dan daring, Kamis (21/9/2021).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang 2020, Indonesia mengimpor gula 5,53 juta ton, naik dari tahun sebelumnya yang sebanyak 4,09 juta ton. Impor bawang putih juga meningkat dari 465.344 ton pada 2019 menjadi 587.747 ton pada 2020.
Sejauh ini, ada salah satu perusahaan rintisan yang membawa angina segar bagi tewujudnya ketahanan pangan ini. Yakni, TaniHub, sebuah usaha rintisan yang bergerak di ranah digital untuk sektor pertanian.
Presiden TaniHub Group Pamitra Wineka menyebutkan, sepanjang 2020 TaniHub Group gencar berkolaborasi dengan BUMN karena melihat arah dan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan daya petani dalam skala besar. TaniHub Group telah menggandeng PT Pertani (Persero) dan PT BRI Agroniaga Tbk.
