Wamen BUMN Puji Kolaborasi Jasa Marga dan MRT Jakarta Kembangkan TOD
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan upaya kolaboratif antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang aman dan nyaman serta terintegrasi di Jakarta, khususnya potensi kelanjutan dari fase 4 koridor Fatmawati—Kampung Rambutan ke area Taman Mini.
“Rencana pengembangan fase 4 Fatmawati—Kampung Rambutan itu kita mulai pada 2024. Nah, kerja sama dengan Jasa Marga ini, meliputi penyiapan data dan dokumen kedua belah pihak, kajian studi kelayakan (feasibility study), kajian manajemen dan mitigasi risiko, hingga kajian dan rencana bisnis, khususnya untuk pengembangan kawasan TOD di area sini (Travoy Hub/Toll Corridor Development (TCD) Taman Mini Indonesia Indah),” kata Tuhiyat.
Sedangkan Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur mengatakan, Travoy Hub merupakan Transportation Hub dan Public Hub yang terintegrasi dalam satu kawasan untuk menciptakan interkoneksi antarmoda transportasi yang lebih efektif dan efisien.
Kerja sama ini juga sejalan dengan misi mengurangi kemacetan dan emisi karbon, melalui penataan jaringan transportasi publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Kami sangat senang dapat bermitra dengan MRT Jakarta, terutama dalam mengintegrasikan infrastruktur dan menjajaki potensi pengembangan bisnis TOD di sepanjang jalur MRT atau di sekitar jalan tol,” kata Subakti.
Saat ini Jasa Marga melalui anak usahanya PT Jasamarga Related Business tengah membangun Travoy Hub yang terletak di koridor Jalan Tol Jagorawi serta menggabungkannya dengan area komersial, perkantoran, ruang terbuka hijau, dan ruang publik yang tentunya dapat memberikan kontribusi positif secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Travoy hub dikembangkan dalam dua tahap. Tahap satu yang hingga awal April 2023 progresnya mencapai 97 persen meliputi area inti yang akan mendukung aktivitas masyarakat di sepanjang moda transportasi LRT Taman Mini yang berupa plaza transit, sedangkan untuk tahap dua, meliputi pengembangan area pendukung berupa area komersial dengan konsep ruang terbuka (open space) serta prasarana umum, termasuk rumah sakit dan ruang terbuka hijau
