BRI Salurkan Rp 8,34 triliun kepada 13.808 Debitur UMKM
Terakhir, BRI tercatat sudah menyalurkan Rp 18,5 triliun dana Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) kepada 7,7 juta debitur di seluruh Indonesia. Dana BPUM yang disalurkan BRI setara 65,2 persen dari total pagu BPUM yang disediakan yakni Rp 28,3 triliun bagi 11,8 juta debitur.
“Penyaluran BPUM jelas membantu pelaku UMKM agar tetap bertahan dan kembali bangkit dari dampak pandemi. Sebagai bank yang berfokus pada segmen UMKM, BRI memastikan tetap melanjutkan kontribusi bagi upaya pemulihan kondisi ekonomi nasional pada 2021,” ucapnya.
Ke depan perseroan optimis keberlanjutan penyaluran berbagai insentif dan relaksasi bagi masyarakat tahun ini akan berdampak positif bagi perekonomian nasional, dan bisnis perusahaan secara khusus. Sedangkan kredit usaha rakyat (KUR) mikro dan super mikro disalurkan sebesar Rp 125,44 triliun.
Rinciannya sebesar Rp 116,9 triliun KUR Mikro yang disalurkan BRI kepada 4,35 juta debitur hingga 28 Desember 2020. Kemudian, Rp 8,54 triliun diberikan bagi 972 ribu debitur KUR Super Mikro. Adapun restrukturisasi kredit yang diberikan BRI kepada para debitur terdampak Covid-19 mencapai Rp 218,6 triliun, dengan total peminjam terdampak sebanyak 2,8 juta.
Pemberian restrukturisasi akan dilanjutkan BRI, sesuai keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memperpanjang masa pemberian relaksasi kredit hingga 2022 bagi debitur terdampak dan memenuhi kriteria. Dalam penyaluran bantuan sosial (bansos), BRI telah membantu penyaluran insentif untuk 3,8 juta Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan sepanjang 2020.
“Nilai bantuan yang difasilitasi penyalurannya oleh BRI mencapai Rp 15 triliun,” ucapnya.
