Anggaran BUMN Turun Pada 2021, Pengamat Bilang Begini
BUMNINC.COM I Anggaran Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2021 mengalami penurunan hampir Rp40 miliar. Hal tersebut diketahui dari pagu anggaran kementerian pada 2021 sebesar Rp229 miliar dari pagu anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp266 miliar. Meski begitu, Pengamat BUMN dari UI, Toto Pranoto meyakini Kementerian BUMN tetap mampu menjalankan fungsinya dengan maksimal dengan alokasi anggaran yang ada.
“Poin pentingnya bagaimana dengan anggaran terbatas kinerja Kementerian BUMN bisa lebih baik,” kata Toto, Rabu (20/1/21)..
Toto pun menyoroti penurunan dividen dari BUMN kepada negara pada tahun lalu yang dinilainya sebagai hal yang wajar. Sebab, pandemi Covid-19 telah memukul semua lini secara ekonomi, termasuk BUMN.
“Setoran dividen turun di 2020 wajar saja, seluruh dunia usaha, bukan saja BUMN, terdampak hebat akibat pandemi,” ujar Toto.
Bahkan di tahun 2021, kata Toto, setoran dividen BUMN diperkirakan juga masih belum akan bisa optimal.
Menurut Toto, yang terpenting bagi BUMN saat ini ialah dapat bertahan dan melanjutkan bisnis pada 2021. Toto berharap pemerintah tidak terlalu bersikeras meminta dividen BUMN di tengah kondisi saat ini.
“Mereka (BUMN) juga butuh internal financing buat modal kerja 2021 setelah terpukul cukup hebat di 2020,” imbuh Toto.
Mengenai penurunan alokasi anggaran Kementerian BUMN pada 2021 dibandingkan tahun lalu, Toto menilai hal tersebut lumrah mengingat kondisi kas negara yang fokus pada penanganan Covid-19.